Fakta Menarik Cara Kadal Berkembang Biak

  • 20 Apr 2025 07:59 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Dunia reptil menawarkan keragaman yang menakjubkan, dan kadal merupakan salah satu kelompok yang paling beragam. Memahami bagaimana cara mereka berkembang biak penting untuk memahami keberlangsungan hidup dan keberagaman spesies mereka.

Melansir laman Tempo.co, Kadal adalah kelompok reptil bersisik dan berkaki empat yang keberadaannya tersebar luas di dunia. Secara ilmiah, kadal termasuk subordo atau anak bangsa Lacertilia, yang merupakan bangsa reptil bersisik bersama dengan ular.

Sementara itu, berdasarkan jurnal.untan.ac.id, kadal adalah kelompok reptil yang termasuk ke dalam subordo Sauria. Karakteristik umumnya meliputi tubuh bersisik, licin, ekor panjang, lidah panjang, dan berkaki empat.

Menurut repository.radenintan.ac.id, sebagian besar spesies kadal berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Namun, terdapat pula yang bersifat vivipar (melahirkan) atau ovovivipar (bertelur sekaligus melahirkan) seperti pada kadal squamata. Berikut fakta menarik yang harus kita ketahui tentang cara kadal berkembang biak:

Ovipar

Kadal termasuk reptil bersifat amniota, yang berarti bahwa telur dihasilkan oleh betina yang memiliki kantong elastis di mana embrio berkembang. Kulit telur menjaga dan melindungi embrio agar tidak kehilangan kelembapannya dan memungkinkan terjadinya pertukaran gas.

Vivipar

Mengutip animaldiversity.org, kadal betina yang berada di beberapa lingkungan dapat melahirkan anak dengan cara yang berbeda. Tidak semua anak kadal lahir sekaligus pada waktu yang sama, jarak kelahiran antara individu pertama dan terakhir umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu.

Ovovivipar

Melansir biosaintropris.unisma.ac.id, cara perkembangbiakan kadal secara ovovivipar diawali dengan telur yang akan menetas di dalam tubuh induk. Kemudian, setelah beberapa waktu, embrio akan keluar bersama cangkang telur melalui kloaka. Embrio kadal tersebut mendapatkan cadangan makanan dari dalam cangkang telur.

Partenogenesis

Beberapa jenis kadal juga dapat melakukan perkembangbiakan secara aseksual. Menurut Royal Society Open Science, reproduksi aseksual pada kadal squamata melalui mekanisme yang disebut sebagai partenogenesis, di mana embrio berkembang dari gamet betina saja.

Setidaknya ada sekitar 39 spesies kadal dalam ordo Squamata yang dilaporkan dapat melakukan partenogenesis. Induk kadal dapat menghasilkan klon penuh dari diri-sendiri melalui proses meiosis normal, yang digunakan untuk memproduksi sel telur haploid, seperti halnya pada reproduksi seksual.

Perkembangbiakan kadal menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap berbagai lingkungan. Memahami keragaman reproduksi kadal tidak hanya memperluas pengetahuan kita tentang biologi reptil, tetapi juga menyoroti pentingnya melestarikan habitat mereka yang beragam untuk memastikan keberlangsungan populasi mereka di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....