5 Maret 2025, Dimulai Masa Prapaskah Umat Katolik

  • 05 Mar 2025 07:14 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak: Rabu Abu merupakan hari suci bagi umat Kristen, terutama Katolik. Rabu Abu menandai dimulainya 40 hari puasa dan pertobatan menjelang perayaan Paskah. Tradisi ini sudah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu, di mana umat menerima abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan pengingat akan kefanaan manusia. Umat Katolik akan menyambut masa Prapaskah selama 40 hari mulai Rabu (5/3/2025).

Masa tersebut menandai datangnya Jumat Agung yang merupakan peringatan penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Bukit Golgota. Masa Prapaskah dimulai dengan Misa Rabu Abu di gereja yang ditandai dengan prosesi penerimaan abu. Masa Prapaskah akan berakhir pada Kamis Putih, satu hari sebelum Jumat Agung tiba.

Tata cara puasa dan pantang masa Prapaskah Katolik Umat Katolik yang akan menyambut masa Prapaskah perlu mempersiapkan diri karena puasa tidak soal makan dan minum semata, tapi juga pantang terhadap hal-hal yang biasa dilakukan sehari-hari, seperti merokok, bermain game, mengonsumsi makanan manis, dan lain sebagainya. Puasa juga menjadi simbol pertobatan dan penyesalan atas dosa serta momen untuk merenungkan hidup.

Dilansir dari laman resmi Keuskupan Agung Semarang dan kompas.com, berikut tata cara puasa dan pantang selama masa Prapaskah: Hari puasa pada 2025 dilakukan pada Rabu (5/3/2025) dan Jumat Agung pada Jumat (18/4/20255) Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat dari awal masa Prapaskah hingga umat Agung.

Dalam hal ini, puasa dalam Katolik adalah makan satu kali dalam sehari ketika Rabu Abu dan Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan Yesus Sementara itu, pantang selama masa prapaskah adalah tidak mengonsumsi daging atau makanan lain yang disukai pada Rabu Abu dan setiap Jumat selama masa Prapaskah sesuai dengan tradisi Gereja.

Waktu melakukan pantang dilakukan setiap Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu merupakan hari pesta wajib Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur empat belas tahun. Selain hal-hal di atas, umat Katolik didorong memanfaatkan masa Prapaskah sebagai momen untuk membina pertobatan dengan melakukan tobat dan mati raga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....