Ketahui 4 Fakta Menarik Spanduk Pecel Lele

  • 28 Nov 2024 07:18 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Siapa di sini yang suka makan pecel lele? Ya, makanan khas Indonesia dari Jawa Timur ini memang lezat. Perpaduan dari nasi putih, ikan lele yang digoreng, lalapan dan sambal tomat yang nikmat menjadikannya makanan khas satu ini memiliki penggemar tersendiri, bahkan tak hanya di Jawa Timur, makanan ini pun ada di berbagai daerah di Indonesia.

Mengutip detik.com, salah satu keunikan penjual pecel lele terletak pada spanduknya, yang ternyata memiliki fakta unik di baliknya. Fakta unik tersebut mulai dari sosok pelukis hingga pemilihan warna yang ikonik. Pecel lele dan ayam khas sudah tak bisa terhitung lagi jumlahnya di pinggiran jalan besar. Uniknya satu warung dengan warung lainnya tampak seragam padahal pemiliknya berbeda.

Ternyata, spanduk pecel lele memiliki fakta menarik dibalik pembuatannya, seperti pemilihan warna, desain, ukuran, dan tak jarang urutan jenis lauk yang dilukiskan juga berada pada posisi yang sama. Fakta ini seolah menunjukkan kekompakan para penjual pecel lele. Konon, sejarah spanduk pecel lele dimulai sejak tahun 1994. Lalu seperti apa fakta selengkapnya? Penasaran dengan faktanya? Yuk, simak 4 fakta spanduk pecel lele melansir dari berbagai sumber :

1. Kemunculan Pecel Lele Khas Lamongan

Pecel lele yang sepaket dengan pecel ayam bukan sebuah makanan tertua di Lamongan. Melansir GNFI, bahwa hidangan ini justru baru muncul sejak akhir 1970an dan langsung mendapatkan popularitasnya. Para pedagang makanan dari Lamongan yang awalnya hanya menjual soto akhirnya memperbanyak lauk pauk mereka. Pecel lele dan pecel ayam dijual berdampingan dengan soto khas Lamongan.

Lambat laun banyak juga penjual makanan yang akhirnya memisahkan kedua menu mereka. Menu pecel lele lebih fokus dijual pada warung pecel lele sekaligus untuk memperluas cabang usaha pemiliknya yang sebelumnya menjual soto dan pecel lele bersamaan.

2. Awal Mula Spanduk Pecel Lele

Maraknya warung pecel lele akhirnya memicu adanya industri pencetak spanduk. Berbeda dengan spanduk penjual lain, spanduk pecel lele memiliki industrinya sendiri dengan sebutan unik yaitu 'letter'. Industri spanduk pecel lele yang pertama tercatat muncul pada sekitar 1980an. Ada pakem yang digunakan secara seragam pada spanduk-spanduk pesanan, yaitu warna, gradasi, huruf, dan desain.

3. Ciri Khas Ikonik Pada Spanduk

Walaupun dibuat oleh sebuah industri tetapi spanduk pecel lele tidak dibuat dengan cara dicetak. Melainkan teknik lukis tetap dipertahankan dalam setiap pembuatannya. Sampai sekarang seluruh pesanan spanduk pecel lele akan dikerjakan dengan teknik lukis secara manual.

4. Makna Warna Pada Spanduk

Selain bentuknya, ciri khas warna pada spanduk pecel lele antara satu sama lain juga tampak mirip. Warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, dan biru tak pernah ketinggalan pada spanduk tersebut. Begitupula dengan gradasi yang unik dan tampak nyentrik. Penggunaan warna tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk menarik perhatian calon pelanggan yang berlalu lalang di depan warung.

Itulah beberapa fakta unik dari spanduk pecel lele, makanan khas Indonesia dari Jawa Timur. Mengingat warung pecel lele biasanya berada di tepi ruas jalan yang besar dan ramai. Maka memerlukan warna yang eye catching sehingga tetap menarik pandangan bagi setiap orang yang lewat meski hanya melihat selintas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....