Pentingnya Work-Life Balance Menurut Gen Z

  • 07 Okt 2024 20:06 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Saat ini muncul tren istilah work-life balance, yakni sebuah keadaan di mana seseorang bisa mengatur dan membagi waktu serta energi untuk kehidupan pekerjaan dan pribadi dengan baik.

Biasanya, seseorang bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun, tak jarang para pekerja terkadang merasakan penatnya bekerja dan membutuhkan waktu untuk rehat sejenak. Sehingga butuh keseimbangan waktu dalam mengatur waktu bekerja dengan kehidupan pribadi.

Saat ini Generasi Zoomers (Gen Z) atau mereka yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012 mendominasi dunia kerja saat ini.

Melansir Data Indonesia, berdasarkan hasil survei Jakpat, hampir seluruh responden generasi Z (gen Z) atau 92% menganggap work-life balance adalah sesuatu yang penting. Sementara itu sebanyak 7% menjawab netral dan sebanyak 1% menjawab tidak penting.

Dari sisi alasan, mayoritas pekerja gen Z menganggap work-life balance adalah sesuatu hal yang penting karena dengan adanya work-life balance, mereka dapat menjaga kesehatan mental. Ini sebagaimana diungkapkan oleh 74% responden.

Kemudian, sebanyak 69% responden menganggap work-life balance penting karena dapat meningkatkan semangat kerja mereka. Sementara itu, alasan lainnya, yakni dapat mengurangi stres dan dapat meningkatkan kinerja mereka dalam bekerja diungkapkan oleh 68% responden.

Di sisi lain, work-life balance dianggap dapat meningkatkan kesehatan fisik dan meningkatkan hubungan sosial personal para pekerja gen Z. Ini terlihat dari persentase pekerja gen Z yang menjawab kedua hal tersebut, yang sebanyak 57% dan 53%.

Terakhir, pekerja gen Z merasa bahwa dengan adanya pembagian waktu yang baik antara kehidupan pekerjaan dan pribadi, mereka dapat melakukan hobi mereka. Jakpat mencatat, ada 36% responden pekerja gen Z yang menjawab hal tersebut.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada 9-12 Februari 2024. Tercatat ada 655 gen Z yang ikut berpartisipasi terkait pertanyaan alasan pentingnya work-life balance. Survei ini memiliki tingkat toleransi kesalahan (margin of error) di bawah 5%.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....