Info Terkini 2 Oktober: El Nino +2,72 Sangat Kuat, 11 Titik Panas Terpantau di Papua

  • 02 Okt 2026 11:49 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V kembali merilis pembaruan data terkait musim kemarau, fenomena El Nino, dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Papua. Data terbaru ini diperbarui per 2 Oktober 2026.

Berdasarkan pemantauan BMKG, secara keseluruhan wilayah Papua saat ini masih berada pada periode musim kemarau. Sebagian besar wilayah Papua telah mencapai puncak musim kemarau pada bulan Agustus hingga September dan kini bertahap menuju musim hujan yang diprakirakan terjadi pada akhir Oktober hingga Desember 2026.

Di sisi lain, fenomena El Nino yang melanda tercatat masih berada pada intensitas sangat kuat. Per tanggal 1 Oktober 2026, nilai indeks Nino 3.4 tercatat sebesar +2,72, yang menunjukkan fenomena El Nino mencapai intensitas sangat kuat. BMKG memprediksi fenomena ini akan bertahan hingga awal tahun 2027.

BMKG menjelaskan, kombinasi antara periode musim kemarau dan fenomena El Nino sangat kuat tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak serius bagi wilayah Papua, di antaranya gagal panen, kekeringan dan krisis air, kebakaran hutan dan lahan hingga polusi udara.

Dari sisi sebaran titik panas, BMKG mencatat data periode 1 Oktober 2026 pukul 02.00 WIT hingga 2 Oktober 2026 pukul 02.00 WIT menunjukkan jumlah titik panas di Provinsi Papua sebanyak 11 titik. Namun demikian, tidak ada titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terpantau di wilayah Provinsi Papua.

Secara umum, sebaran titik panas atau hotspot paling banyak terpantau di Kota Jayapura dengan 5 titik, diikuti Kabupaten Kepulauan Yapen sebanyak 3 titik dan Kabupaten Sarmi sebanyak 2 titik.

BMKG menjelaskan, kombinasi kondisi cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan berbagai kerugian, mulai dari gangguan kesehatan seperti ISPA, asma, dan iritasi mata, terganggunya transportasi udara dan aktivitas sehari-hari, rusaknya ekosistem hutan, meningkatnya emisi gas rumah kaca yang memperparah perubahan iklim, hingga kerugian di sektor ekonomi dan masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengajak seluruh masyarakat Papua untuk turut mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan dengan mematuhi sejumlah himbauan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta menghindari kebiasaan membakar sampah.

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila melihat kejadian kebakaran, serta menggunakan masker saat beraktivitas apabila terdapat kabut asap di sekitar lingkungan mereka.

Informasi terkini terkait perkembangan cuaca dan potensi karhutla di Papua dapat diakses masyarakat melalui akun media sosial resmi Youtube, Instagram, Facebook, dan X @infobmkgpapua, atau menghubungi nomor 08124806480.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....