Ketua FKUB Biak Numfor : Mahasiswa Jadi Pelopor Toleransi dan Moderasi Beragama

  • 05 Sep 2026 19:31 WIB
  •  Biak

RRI. CO.ID.Biak - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Biak Numfor berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Biak Numfor membekali mahasiswa baru Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak, berlangsung di auditorium Sabtu 5 September 2026. Sinergi ini diwujudkan melalui penyampaian materi pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026.

Hadir langsung sebagai narasumber, Ketua FKUB Kabupaten Biak Numfor, Pdt. Frengki Rumbarar, S.Th., M.Mis., bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Biak Numfor, Rolland S. Abidondifu, S.Si. Kedua tokoh ini memberikan penguatan dan pemahaman mendalam melalui pemaparan materi bertajuk "Anti Intoleransi dan Moderasi".

Pdt. Frengki Rumbarar menegaskan bahwa FKUB yang beranggotakan para tokoh agama lintas iman Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha,memiliki misi utama membangun kerukunan serta menumbuhkan toleransi antarumat beragama.

“Sebagai wujud nyata di daerah, contohnya keberadaan Kampung Moderasi Beragama di Desa Anjereu, Kabupaten Biak Numfor, yang menjadi model percontohan hidup rukun dalam perbedaan,” ujar Pdt Frengky

“Spirit inilah yang ingin ditanamkan kepada civitas akademika, mengingat dunia kampus juga dipenuhi oleh keanekaragaman latar belakang,”ucapnya

Pdt. Frengki menekankan bahwa nilai toleransi tidak bisa dipaksakan oleh orang lain, melainkan harus tumbuh dan dimulai dari diri sendiri. Penggunaan berbagai salam keagamaan dalam forum umum merupakan contoh nyata bagaimana bahasa verbal dan sikap saling menghargai digunakan untuk merawat keharmonisan sesuai ajaran agama masing-masing.

Acara diisi dengan sesi interaktif dan tanya jawab, Ketua FKUB mengajak para mahasiswa baru sebagai calon intelektual untuk bijak dalam menyikapi arus informasi di media sosial.

“Saya mengimbau agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu kekerasan maupun konten yang berpotensi memecah belah. Selain itu mahasiswa untuk selalu menjaga tutur kata, tidak menggunakan bahasa yang menyinggung, serta menghindari penyalahgunaan simbol-simbol agama yang dapat mengganggu kerukunan,” ucapnya

Kehadiran FKUB di tengah mahasiswa baru ini menjadi bagian dari komitmen forum untuk tidak hanya berfokus pada edukasi tokoh agama dan ormas, tetapi juga aktif membuka ruang dialog, diskusi, serta mitigasi potensi konflik keagamaan. Melalui PKKMB ini, pengalaman dan nilai-nilai moderasi beragama diharapkan dapat ditransfer kepada para generasi muda agar mereka mampu menjadi agen pembawa nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila saat melayani masyarakat.

Selain materi Kemenag dan FKUB, kegiatan panel tersebut juga dilengkapi dengan pemaparan materi pencegahan perundungan (bullying) oleh Plt. Kepala DP3AKB Biak Numfor.

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dari panitia kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran yang diberikan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, jajaran dosen, panitia, serta seluruh mahasiswa baru yang secara kompak mengumandangkan salam kerukunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....