Puncak Kemarau Agustus–September 2026, El Nino Bertahan hingga 2027
- 05 Agt 2026 20:14 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.Dikutip dari kumparan, Kondisi kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dibandingkan kondisi normal karena dipengaruhi fenomena El Nino yang diperkirakan masih bertahan hingga awal tahun 2027.
BMKG menjelaskan bahwa puncak musim kemarau pada Agustus diperkirakan meliputi sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia. Sementara itu, pada September sekitar 25,41 persen wilayah lainnya masih berada dalam fase puncak kemarau. Fenomena ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan indeks El Nino telah memasuki kategori kuat. Meski fenomena tersebut diperkirakan berlanjut hingga awal kuartal pertama 2027, dampak terbesarnya bagi Indonesia terjadi saat bertepatan dengan musim kemarau. BMKG juga mewaspadai kemungkinan munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif yang dapat memperparah kondisi kekeringan pada September hingga Desember 2026.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Upaya tersebut dilakukan bersama berbagai instansi untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan serta meminimalkan dampak kekeringan yang diperkirakan meningkat selama puncak musim kemarau.
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Sektor pertanian disarankan menyesuaikan jadwal tanam dan menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, sementara pengelola sumber daya air diminta memastikan ketersediaan pasokan air selama musim kemarau berlangsung. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi cuaca dan iklim resmi dari BMKG sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....