Hadapi Dampak El Nino, BPBD Biak Numfor-Supiori Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

  • 30 Jul 2026 21:38 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino dan cuaca panas ekstrem yang terjadi di wilayah Papua. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemantauan kondisi lingkungan, serta peningkatan mitigasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca panas dan kering.

Kepala BPBD Biak Numfor Lot L Yensenem, menjelaskan, kondisi cuaca sepanjang 2026 perlu menjadi perhatian bersama karena fenomena pemanasan yang terjadi dapat berdampak terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

“Hal yang harus kita hati-hatikan bersama adalah panas global ini akan mengakibatkan kegagalan panen. Tumbuhan-tumbuhan itu akan menjadi kering dan kita lihat sama-sama sekarang ada banyak tumbuhan yang kering,” ujarnya rabu 29 Juli 2026

Menurutnya, kondisi kering juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. Perubahan kondisi air menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi pemerintah bersama masyarakat.

Selain dampak terhadap pertanian dan ketersediaan air, cuaca panas juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. BPBD Biak Numfor berencana berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat penyampaian informasi mitigasi kepada masyarakat.

“BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meminta Dinas Kesehatan, untuk menyampaikan informasi secara publik kepada masyarakat bahwa apa yang akan terjadi dan itu juga mesti ada mitigasi obat-obatan terhadap wilayah-wilayah tertentu,” jelasnya.

Lot Yensenem juga mengingatkan masyarakat di Biak Numfor dan Supiori agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi mengancam permukiman warga.

“Untuk keselamatan mitigasinya adalah dilarang untuk membakar-bakar di setiap tempat walaupun halaman rumahnya sendiri,” ucapnya

Sementara itu, BPBD Kabupaten Supiori Lukas Mansawan, menilai mitigasi dan kolaborasi antarpihak menjadi penting dalam menghadapi kondisi cuaca panas ekstrem serta potensi bencana yang dapat terjadi.

“Sesungguhnya sangat penting untuk memberikan mitigasi kepada masyarakat karena saat ini masih ada cuaca panas ekstrem yang ada. Tetapi dari sisi lain juga secara luas, karena kejadian bencana ini secara nasional sudah di atas ribuan kejadian, termasuk kita di wilayah Supiori,” ujarnya

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah, BPBD, BMKG, sektor kesehatan, serta masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan.

Sebelumnya BMKG Biak, dalam pernyataan resminya mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dan kondisi kering. BMKG Biak mengungkapkan sepanjang Juli 2026 terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan di wilayah Biak Numfor dan sekitarnya. Kondisi tersebut ditandai dengan cuaca yang cenderung cerah hingga cerah berawan, panas, dan kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....