Sukses Tampilkan Pesona Alam dan Budaya, FBMW 2026 Resmi Ditutup Kepala BKN RI
- 08 Jul 2026 06:16 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Perhelatan akbar Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 Juli, resmi ditutup di venue utama Lapangan Cenderawasih, Biak, pada Selasa 7 juli 2026. Pernyataan penutupan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., didampingi Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., Wakil Bupati Jimy Carter Rumbarar Kapisa, Ketua serta perwakilan DPRD Biak Numfor,Perwakilan Bank Papua Provisi, unsur Forkopimda, pimpinan dan perwakilan TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta disaksikan ribuan warga Biak Numfor.
Dalam sambutannya, Kepala BKN menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat hadir di tengah kemeriahan festival yang telah ditetapkan sebagai salah satu agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Ia menjelaskan, dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, hanya sekitar 125 lokasi atau 25 persen yang terpilih masuk dalam daftar KEN, dan Biak Numfor menjadi satu di antaranya.
"Hari ini saya sungguh bangga dan bahagia hadir di sini. Selama seminggu kita menikmati beragam acara mulai dari Parade Wor, Suling Tambur, birds watching, lomba foto bawah laut, Run Tour, hingga jelajah Kepulauan Padaido. Ini prestasi luar biasa yang harus kita pertahankan," ujar Prof. Zudan.

Ia menambahkan, kekayaan alam, budaya, serta situs sejarah Perang Dunia II yang dimiliki Biak Numfor adalah modal besar. Namun kekayaan tertinggi yang dimiliki kabupaten ini adalah toleransi dan kerukunan masyarakatnya.
"Dengan kerukunan ini, Biak Numfor akan terus maju. Semoga festival ini kelak menjadi destinasi wisata utama di wilayah Papua dan Pasifik. Mari kita jaga Biak Numfor, jaga Papua, dan jaga Indonesia dari sini," ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Daerah, Wakil Bupati Biak Numfor, Jimy Charter Rumbarar Kapisa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata, seluruh panitia, pihak swasta, media, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan ini. Ia menegaskan status KEN bukanlah hal yang mudah didapatkan, sehingga harus dijaga dan dilestarikan bersama.
"Festival Munara wampasi bukan sekadar hiburan atau seremonial tahunan. Ini adalah gerbang mempromosikan pariwisata sekaligus memperkuat jati diri dan kekayaan budaya orang Biak," tegasnya.
Berbagai tradisi leluhur seperti Snap Mor (menangkap ikan bersama), Apen Beyeren (berjalan di atas batu panas), Parade Wor, hingga perahu tradisional ditampilkan untuk memastikan warisan budaya tidak tergerus arus modernisasi. Tahun ini, festival juga mencatatkan sejarah baru dengan kehadiran peserta dari Kabupaten Asmat, yang membuktikan budaya mampu menjadi jembatan persaudaraan di Tanah Papua.
"Kedepan kami berharap seluruh saudara dari berbagai penjuru Nusantara dapat berpartisipasi, karena Biak Numfor adalah miniatur Indonesia," tambahnya.
Pemerintah daerah juga menargetkan setelah FBMW usai, akan segera mempersiapkan ajang internasional berupa Karnaval Internasional yang direncanakan digelar pada Oktober 2026. Beragam daya tarik seperti keindahan Kepulauan Padaido serta situs sejarah Perang Pasifik akan dikemas lebih profesional dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor Turbey Onny Dageubun dalam laporan akhir pelaksanaan menyampaikan, festival ini berhasil menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi lokal dan pelestarian budaya.
Berikut data lengkap pelaksanaan FBMW 2026:
- Total pengunjung: 7.413 orang, terdiri dari 31 wisatawan mancanegara (Jerman, Selandia Baru, Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Singapura), 201 wisatawan nusantara, dan 7.181 wisatawan lokal
- Perputaran ekonomi: Rp3.612.971.200 selama 7 hari pelaksanaan
- Distribusi pendapatan: Sebesar Rp609,7 juta diterima langsung oleh 1.537 seniman dan pelaku budaya
- Okupansi hotel: Mencapai 61,23 persen dengan estimasi perputaran ekonomi akomodasi mencapai lebih dari Rp2 miliar
- Keterlibatan Organisasi dan SDM: Melibatkan total 1.632 orang serta 63 organisasi (43 UMKM, 6 asosiasi, 3 komunitas, 11 media)
- Publikasi: Tayangan digital mencapai ratusan ribu kali di berbagai platform media sosial
"Dengan demikian dampak distribusi pendapatan saat festival Biak munara wampasi dapat dipastikan tidak terjadi capital flight. 80% pendapatan terdistribusi dalam bentuk fresh money kepada para pelaku usaha dan dinikmati oleh masyarakat lokal, pelaku usaha, seniman, serta pendukung kegiatan di Biak Numfor," jelas Turbey.
Festival Biak Munara Wampasi 2026 kini resmi menjadi satu dari tiga perwakilan Provinsi Papua dalam daftar Karisma Event Nusantara, bersama Festival Danau Sentani dan Festival Kopi, yang terus didorong menjadi kebanggaan nasional maupun internasional.
Kegiatan Penutupan FBMW 2026 diakhir dengan panggung hiburan bersama musisi musisi lokal Kabupaten Biak Numfor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....