Resmi Dibuka, FBMW 2026 Masuk Agenda Nasional Karisma Event Nusantara

  • 02 Jul 2026 08:35 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Perhelatan akbar budaya dan pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026, dibuka secara resmi di Venue Utama Gelanggang Remaja Lapangan Cendrawasih, Biak Numfor, Senin 1 Juli 2026.

Pernyataan pembukaan disampaikan langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra. S.H.,M.M., Kegiatan tahun ini kembali mengukuhkan posisi Biak Numfor dengan masuknya FBMW ke dalam daftar Agenda Nasional Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Dalam sambutannya sekaligus pernyataan pembukaan resmi, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi Papua, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.

"Pencapaian masuknya FBMW ke Karisma Event Nusantara adalah bukti kerja keras kita bersama. Ini langkah maju memajukan pariwisata daerah," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran dukungan dari kabupaten kawasan Saireri: Waropen, Yapen, Supiori, dan Biak Numfor. Menurutnya, momen ini memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga warisan leluhur budaya Saireri.

"Kita mungkin tidak memiliki segalanya, namun kita memiliki kekayaan laut dan pesisir yang luar biasa, identik dengan budaya pesisir kita. Pariwisata bersama sektor perikanan akan menjadi lokomotif ekonomi Biak Numfor dan kawasan Saireri," tambahnya.

Bupati juga mengumumkan rencana besar ke depan, pada Bulan Budaya Nasional Oktober 2026, Biak Numfor akan menjadi tuan rumah Karnaval Budaya Kawasan Pasifik. Acara ini direncanakan melibatkan negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini, Fiji, Selandia Baru, dan lainnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh warga menjaga keunggulan Biak sebagai "salah satu kabupaten paling aman dan terbersih di Tanah Papua". "Jaga kebersihan, keamanan, dan keramahan. Agar tamu yang datang pulang dengan kenangan indah dan ingin kembali lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Turbey Oni Dangeubun, melaporkan pelaksanaan FBMW 2026 mengusung tema "Elok Alamku, Pesona Budayaku". Tema ini bermakna inklusif, berkelanjutan, sekaligus mendorong kemajuan UMKM dan revitalisasi budaya lokal demi kesejahteraan masyarakat.

Tahun ini tersaji 13 rangkaian acara wisata budaya dan wisata minat khusus, dengan 4 event baru hasil inovasi berbasis standar Karisma Event Nusantara, yaitu Birds Watching, Run Tours, Simponi Wampasi, dan Lomba Foto Bawah Laut tingkat Nasional hingga Internasional.

“Hingga menjelang pembukaan, promosi daring telah mencapai puluhan ribu tayangan: Instagram 24.760 kali, TikTok 25.060 kali, dan gabungan influencer serta media lebih dari 145 ribu tayangan. Didukung pula TV Nasional, Tribun TV, serta LPPM KKN Universitas Gadjah Mada,” Jelas Kadis Pariwisata.

Pembukaan FBMW 2026 dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua mewakili Gubernur Papua, Ketua dan Anggota DPRK Biak Numor, unsur Forkopimda, TNI-Polri, pejabat daerah biak numfor, tokoh adat, agama, budayawan, serta paguyuban seluruh Nusantara di Biak.

Pemerintah daerah menargetkan manfaat ekonomi dirasakan langsung warga lokal: sekitar 80% pendapatan dari kegiatan ini diperkirakan beredar dan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, seniman, serta masyarakat pendukung setempat. Sementara data lengkap dampak ekonomi, jumlah pengunjung, dan keterlibatan masyarakat akan diumumkan pada acara penutupan nanti.

13 Event unggulan yang ditampilkan dalam Festival Biak munara wampasi 2026, pada 1 hingga 7 juli 2026 yaitu:

1. Parade Perahu Tradisional: Di Pantai Anggopi, tampilkan 17 perahu (Mansusu & Wairon) dengan ritual budaya, diikuti 77 orang.

2. Parade Wor dan Suling Tambur: Melibatkan 24 sanggar seni dan 6 grup suling tambur, total sekitar 900 peserta.

3. Parade Yospan: Diikuti 15 kelompok pelajar SMP/SMA dengan total 180 peserta.

4. Apen Beyeren: Pertunjukan budaya khas dari Kampung Bosnabraidi, Distrik Yawosi (34 seniman).

5. Snap Mor: Di Kampung Mnurwar, Distrik Oridek, dihadiri 1.500–2.000 orang lengkap dengan tarian Wor, musik, dan UMKM lokal.

6. Exotica Tour: Jelajah sejarah Goa-Jepang Perang Dunia II dan keindahan Air Terjun Wapsdori.

7. Padaido Island Tour di Pulau Owi: diikuti 134 peserta dari dalam negeri hingga Jerman dan Selandia Baru.

8. Run Tours Pulau Rurbas Kecil: sensasi Wisata lari santai di pulau, diikuti sekitar 50 pelari.

9. Pameran Ekonomi Kreatif: Diikuti 65 peserta (kuliner, kerajinan) serta instansi dan peserta dari kabupaten Supiori dan Asmat.

10. Birds Watching: Menarik 28 peserta termasuk wisatawan mancanegara dari Amerika Serikat.

11. Simponi Wampasi: Wadah kolaborasi musisi lintas generasi untuk menjadikan Biak kota kreatif bidang musik.

12. Lomba Foto Bawah Laut: Diikuti peserta dari Singapura hingga Sulawesi, dengan juri bersertifikat internasional.

13. Hiburan Rakyat: Selama 7 hari diisi 288 seniman dengan tema harian beragam

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....