FBMW XIV Siap Digelar,Hadirkan 12 Event Unggulan Tersebar di 7 Daya Tarik Wisata
- 29 Jun 2026 10:20 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pariwisata memastikan persiapan penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi tahun 2026 sudah berjalan dengan baik dan mencapai lebih dari 90%. Acara yang akan dilaksanakan pada 1–7 Juli 2026 ini akan menampilkan 12 kegiatan unggulan yang tersebar di kurang lebih 7 lokasi daya tarik wisata di Biak Numfor.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey O Dangeubun menjelaskan bahwa ini merupakan FBMW Ke XIV dan berbagai upaya persiapan telah dilakukan, mulai dari advokasi, kolaborasi, hingga kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami telah bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis), pengelola daya tarik wisata, dan pemerintah setempat, semuanya berjalan dengan lancar. Saat ini fokus utama kami adalah penyelesaian infrastruktur di venue utama, yaitu Gelanggang Remaja Lapangan Cedrawasih Biak,” ujarnya, pada Senin 29 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa seluruh persiapan dijadwalkan selesai pada 30 Juni 2026 agar acara dapat berjalan secara optimal, termasuk proses pembukaan yang akan dilaksanakan pada 1 Juli 2026 mendatang.
Tahun ini, Festival Biak Munara Wampasi mengusung tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku”. Tema ini menjadi pedoman utama dalam seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
“Tema ini memberikan pesan yang jelas, pertama, kami berkomitmen untuk tidak memberikan tekanan terhadap lingkungan, sehingga keindahan alam kita tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kedua, kami ingin memperkuat dan menampilkan kembali keunikan serta pesona seni dan budaya sebagai aset utama pariwisata di Kabupaten Biak Numfor,” jelas Kadispar.
Dalam penyelenggaraan acara, pemerintah juga mendorong perpaduan antara tiga bidang ekonomi, yaitu ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi oranye. Tujuannya adalah agar seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat mendapatkan manfaat, baik dari sisi sosial, ekonomi, budaya, maupun pelestarian lingkungan.
Salah satu tujuan utama penyelenggaraan festival adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa di lokasi utama acara telah disiapkan sekitar 35 lapak yang menampung berbagai sektor usaha, mulai dari ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan tangan, hingga jenis usaha lainnya.
“Kami berharap seluruh lapak ini dapat terisi penuh, sehingga dapat menciptakan pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Biak. Selain itu, ivent ini juga diharapkan dapat menciptakan penyebaran pendapatan yang signifikan, sekaligus menimbulkan efek domino yang positif bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.
Dalam penyelenggaraan kali ini, terdapat tiga kegiatan baru yang ditambahkan untuk memperkaya rangkaian acara, yaitu Bird Watching – Kegiatan ini diselenggarakan karena minat wisatawan terhadap kegiatan wisata minat khusus di Biak Numfor terus meningkat, terutama dari mancanegara. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang pekerjaan dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat lokal.
Selanjutnya Runs Tour, Kegiatan lari santai yang diselenggarakan di Pulau Rurbas Kecil. Kegiatan ini menjadi awal pengembangan pariwisata olahraga di daerah setempat, yang merupakan hasil kerja sama dengan komunitas lari yang ada di Biak, dan ada Simponi Wampasi, ini Inisiatif kerja sama dengan komunitas musik lokal. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari pertunjukan musik hingga usaha kuliner dan kerajinan di sekitar lokasi. Turbey berharap kegiatan ini dapat menjadi warisan dan perhatian yang berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kegiatan-kegiatan ini dirancang agar tidak hanya berjalan dalam satu periode acara, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.
Kadis Priwisata mengajak seluruh masyarakat dan peserta yang hadir untuk menjaga keramahan dan kenyamanan daerah Biak. “Mari kita jadikan Biak sebagai rumah yang ramah bagi siapa saja yang berkunjung. Dengan begitu, setiap orang yang datang akan mendapatkan kesan yang baik, ingin kembali, dan mengajak orang lain untuk ikut menikmati keindahan dan keunikan yang ada di sini. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membanggakan identitas kita sebagai masyarakat yang bersahabat,” ungkapnya.
Diharapkan seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Festival Biak Munara Wampasi 2026, menjaga keindahan alam, serta melestarikan seni dan budaya sebagai kekayaan yang harus terus dipelihara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....