Uji Coba Resep Berbahan Pangan Lokal Biak Numfor, Perkuat Program Gizi

  • 28 Jun 2026 12:29 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Dalam upaya memperkuat program gizi dan pendidikan sekaligus menekan angka stunting, Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama UNICEF menggandeng Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggelar Workshop Validasi Uji Coba Resep Makanan. Berlangsung di Resto99, Jalan Imam Bonjol, Biak, Sabtu 27 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan Buku Menu Berbasis Pangan Lokal yang disesuaikan dengan standar gizi Kementerian Kesehatan dan Pedoman Gizi Seimbang. Nantinya panduan ini akan diterapkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya peningkatan kualitas gizi anak dan masyarakat di wilayah dampingan.

Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk: Menguji coba resep makanan yang akan dimuat dalam buku panduan, Menyesuaikan takaran porsi sesuai kelompok usia dan selera penerima program, Mendapatkan masukan dari penerima manfaat dan pemangku kepentingan melalui pengujian rasa dan Menyepakati daftar menu yang layak dan siap diterapkan.

Mewakili Bupati Biak Numfor, Plt. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Simon Rumpaisum, SH, membuka secara resmi kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia, dan seluruh mitra kerja.

“Kita memiliki kekayaan alam melimpah ada sagu, umbi-umbian, hingga hasil laut yang kaya nutrisi. Sangat ironis jika di tengah kelimpahan ini masih ada tantangan gizi pada anak. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menyajikan makanan, tapi merumuskan menu yang lezat, sehat, dan sesuai standar gizi,” ujarnya.

Ia berharap buku panduan ini tidak sekadar dokumen, tapi menjadi pedoman nyata yang digunakan di sekolah maupun rumah tangga.

“Makanan bergizi mendukung konsentrasi dan prestasi belajar anak. Ini investasi terbaik untuk masa depan generasi Biak Numfor,” tambahnya.

Sementara itu, Eriana Asri dari UNICEF menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis.

“Makanan yang diberikan harus sesuai kebutuhan gizi, aman dikonsumsi, dan memanfaatkan bahan yang tersedia di daerah. Sebelumnya telah dilakukan pemetaan pangan lokal dan pengembangan resep, lalu diuji coba selama tiga hari terakhir kepada 8 kelompok penerima manfaat,” jelasnya.

Ia berharap hasil workshop ini dapat disempurnakan, diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah dampingan, dan akhirnya dimanfaatkan secara luas di seluruh Biak Numfor.

Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan PKK, BAPPEDA, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Universitas Cendrawasih, DPD PERSAGI Papua, PD AsDI Papua, pengawas gizi, serta perwakilan SPPG dampingan dan puskesmas setempat.

Dengan semangat kolaborasi, semua pihak berharap panduan menu berbasis pangan lokal ini dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan status gizi anak, mencegah stunting, dan memajukan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Biak Numfor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....