Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Biak Numfor Kembangkan Budidaya Padi Ladang

  • 25 Jun 2026 16:35 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan daerah, dengan menekankan pengembangan komoditas padi yang disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Program ini diharapkan dapat mendukung tujuan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, drh. Bambang Hayanto, menjelaskan bahwa pengembangan padi menjadi salah satu fokus utama dalam program ketahanan pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan alokasi anggaran untuk wilayah Papua raya dengan nilai investasi dan program yang mencapai Rp5,07 Triliun . dengan rincian di tahun 2025 mencapai Rp2,1 Triliun sementara di tahun 2026 sebesar 2,97 Triliun.

"Kami mengikuti kegiatan konsulidasi pembangunan pertanian wilayah Papua 2026 bersama Menteri Pertanian terkait program ketahanan padi nasional. Alokasi anggaran sebesar Rp5,07 triliun ini diperuntukkan bagi seluruh wilayah Papua Raya. Selain itu, pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan berupa program (CSR) cetak sawah rakyat," ujar drh. Bambang, Rabu 24 Juni 2026.

Kabupaten Biak Numfor sendiri telah mengajukan usulan pemanfaatan program tersebut seluas 200 hektar lahan, yang tersebar di dua lokasi yaitu masing-masing 100 hektar di wilayah Warawaf dan Wapmaniri. Usulan ini telah disampaikan kepada Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi.

Sementara itu, menurut Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Yohana Wonar, SE, kondisi geografis dan jenis tanah di Kabupaten Biak Numfor tidak mendukung pengembangan padi sawah, sehingga padi ladang menjadi pilihan yang paling tepat dan cocok untuk dikembangkan.

"Untuk kondisi lahan di Biak Numfor, jenis padi yang paling sesuai adalah padi ladang. Padi sawah tidak dapat dikembangkan dengan baik di daerah kita, sehingga kami memfokuskan seluruh upaya pengembangan pada komoditas ini," jelas Yohana.

Pemerintah daerah telah mulai melakukan pendampingan kepada petani sejak tahun lalu, dengan melibatkan penyuluh pertanian untuk membantu proses budidaya. Saat ini, aktivitas penanaman dan panen padi ladang sudah berjalan di beberapa wilayah, antara lain di Distrik Warsa tepatnya di Kampung Warawaf, Inswambesi Sub, Maniri, dan Wodu, serta di Distrik Biak Barat.

Baru-baru ini, panen raya padi ladang juga telah dilaksanakan di Distrik Biak Barat yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini menjadi wujud dukungan penuh dari pemerintah kepada masyarakat yang berkeinginan mengembangkan komoditas tersebut.

Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pengembangan padi ladang seluas 10 hektare di setiap distrik yang ada, yaitu Distrik Biak Barat, Biak Utara, Warsa, dan Biak Timur. Hingga saat ini, progres pelaksanaan program sudah menunjukkan hasil yang baik.

"Perkembangan yang ada menunjukkan bahwa di Distrik Biak Barat sudah mencapai 6 hektare, Distrik Biak Utara sekitar 5 hektare, sedangkan untuk Distrik Biak Timur baru mulai berjalan. Kami sangat optimis dengan perkembangan ini dan terus memberikan dukungan kepada para petani agar dapat meningkatkan hasil produksi," ungkap Yohana.

Meskipun berjalan dengan baik, Yohana mengakui masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh petani, di antaranya adalah keterbatasan pasokan pupuk, obat-obatan pertanian, serta peralatan seperti alat perontok dan alat penggiling padi. Namun pihak dinas terus berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Ia menjelaskan, dari hasil uji coba yang dilakukan, petani di Kampung Asaryendi, Distrik Biak Barat, mampu memanen sekitar 200 kg padi dari lahan berukuran 30 x 40 meter. Setelah melalui proses penggilingan, dari 34 kg hasil panen diperoleh 17 kg beras. Meskipun hasilnya masih ada kekurangan dari segi presentasi, namun ini menjadi langkah awal yang baik dalam pengembangan komoditas ini.

Untuk menjamin ketersediaan bibit yang berkualitas dan berkelanjutan, pemerintah juga meluncurkan program pembentukan petani penangkar. Petani-petani terpilih ini akan dilatih dan didampingi untuk memproduksi bibit yang nantinya akan disebarluaskan kepada petani lainnya.

"Kami menyiapkan program ini untuk menghasilkan bibit yang berkualitas. Saat ini ada lima distrik yang akan menjadi pusat pengembangan petani penangkar, yaitu Distrik Biak Barat, Biak Utara, Warsa, Yendidori, dan Biak Timur," ungkap Yohana.

Pemerintah daerah berharap dengan pengembangan padi ladang yang terencana dan terarah, ketahanan pangan di Kabupaten Biak Numfor dapat terus meningkat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi, dan kesejahteraan para petani juga dapat tercapai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....