Disperindag Biak Numfor Gelar Pasar Murah, Subsidi Cabai guna Tekan Inflasi
- 02 Jun 2026 17:45 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Biak Numfor kembali menggelar kegiatan pasar murah di halaman Kantor Bupati Biak Numfor, pada Selasa 2 Juni 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan agenda rutin pemerintahan, sesuai kebijakan yang mewajibkan setiap kegiatan resmi pemerintah dilengkapi dengan pelayanan pasar murah, pengobatan gratis, dan donor darah demi kemudahan masyarakat.
Kabid Perdagangan Disperindag Biak Numfor, Maximilian R. Siahanenia, S.AN menjelaskan
Kepelaksanaan kegiatan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi dan jauh di bawah harga pasaran. Berbagai komoditas telah disiapkan untuk warga, antara lain beras sebanyak 650 karung (setara 6,5 ton), gula pasir 750 kilogram, daging ayam 450 kilogram, serta minyak goreng kemasan 5 liter sebanyak 500 buah.
Selain itu, tersedia pula sirup 250 botol, tepung terigu kemasan merek Segitiga Biru sebanyak 450 kilogram, dan susu yang terdiri dari 10 karton atau setara 480 kaleng. Pemerintah daerah juga memberikan subsidi besar pada komoditas pemicu inflasi, yaitu cabai rawit sebanyak 300 kilogram dan bawang merah 150 kilogram.
"Kegiatan ini merupakan amanah kebijakan Bupati, di mana setiap agenda pemerintah wajib disertai pasar murah, pengobatan gratis, dan donor darah. Tujuannya agar masyarakat terbantu memenuhi kebutuhan hidupnya," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, harga jual ditetapkan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar berkat adanya bantuan subsidi dari pemerintah daerah. Sebagai contoh, beras Mangga yang di pasaran seharga Rp170.000 per karung (10 kg), dijual hanya seharga Rp110.000. Gula pasir yang beredar di harga Rp20.000 per kilogram, dijual seharga Rp14.000.
Khusus untuk cabai rawit yang menjadi salah satu faktor utama pengendalian inflasi daerah, penurunan harga sangat signifikan. Saat ini harga pasaran cabai rawit mencapai Rp70.000 per kilogram, namun dalam pasar murah ini dijual hanya Rp40.000 per kilogram.
"Cabai rawit ini kami jadikan fokus karena merupakan salah satu komoditas utama penyebab inflasi daerah. Oleh karena itu, harganya kami tekan jauh di bawah standar agar masyarakat tetap terbantu dan inflasi dapat dikendalikan," jelasnya.
Untuk mekanisme pembelian, panitia menerapkan sistem kupon dengan pembatasan jumlah pembelian agar keadilan terjaga dan dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin warga. Sebanyak 1.000 lembar kupon telah disebarkan. Masyarakat mengambil kupon di mobil layanan, melakukan pembayaran di tenda yang telah disediakan, lalu mengambil barang sesuai daftar yang tertera di kupon.
Adapun batasan pembelian per orang, meliputi: beras maksimal 1 karung (10 kg), gula maksimal 2 kg, dan minyak goreng maksimal 1 kemasan. Panitia juga mengimbau warga agar membeli barang sesuai kebutuhan, dan tidak membeli untuk dijual kembali.
"Kami imbau kepada pembeli agar beli sesuai kebutuhan. Barang yang disediakan ini untuk konsumsi sendiri, bukan untuk diperjualbelikan kembali. Kami juga menggunakan sistem nomor antrean demi ketertiban," tambahnya.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari. Namun, jika hingga pukul 17.00 Wita masih ada warga yang belum terlayani atau stok masih tersisa, pelayanan akan diperpanjang hingga keesokan harinya.

Warga Biak Numfor menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Felda, salah satu warga yang terlihat sedang berbelanja, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berpusat di halaman kantor bupati, tetapi juga digelar hingga ke distrik-distrik dan wilayah permukiman agar warga yang tinggal jauh dari pusat kota dapat merasakan manfaat yang sama.

Hal senada disampaikan oleh Kenza warga Sumberker. Menurutnya, harga yang ditawarkan sangat meringankan beban ekonomi masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat lebih sering mengadakan pasar murah seperti ini guna menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....