Dukung Asta Cita, Trash Hero Biak Konsisten Lakukan Aksi Bersih Lingkungan
- 11 Mei 2026 08:15 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Hadir di Biak Numfor sejak tahun 2019 hingga memasuki tahun 2026, komunitas Trash Hero Biak telah mencatatkan sejarah dalam menjaga kelestarian lingkungan, dengan total 185 kali kegiatan yang telah terlaksana. Seluruh aksi ini melibatkan ribuan relawan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak usia dini yang antusias berkontribusi demi lingkungan yang bersih dan sehat, sebagai wujud nyata mendukung program asta cita pemerintah melalui aksi bersih lingkungan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Trash Hero Biak, Jack Rumbekwan, usai Talkshow bersama RRI Biak, pekan lalu pada Senin 11 Mei 2026. Menurutnya, keberadaan komunitas ini bukan sekadar melakukan pembersihan sampah, melainkan membawa misi besar mengubah pola pikir masyarakat dalam menangani limbah, khususnya sampah plastik sekali pakai.
“Keberadaan kami di Biak sudah berjalan sejak 2019, dan sampai tahun 2026 ini sudah tercatat 185 kali kegiatan. Keterlibatannya pun luar biasa, melibatkan relawan dewasa dan juga anak-anak usia dini, dengan jumlah keseluruhan mencapai ribuan orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Trash Hero Biak membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat yang ingin bergabung. Keanggotaan tidak dibatasi oleh latar belakang, usia maupun profesi, karena peran serta setiap warga menjadi kunci keberhasilan program yang dijalankan. Edukasi yang disampaikan pun disesuaikan dengan sasaran lokasi kegiatan.
“Kami sangat berharap keterlibatan aktif dari seluruh masyarakat, karena Trash Hero tidak terbatas—siapa saja bisa bergabung. Saat kami melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, sasaran utamanya adalah anak-anak sebagai generasi penerus. Namun jika bergerak di fasilitas umum seperti pasar, edukasi kami tujukan langsung kepada orang dewasa disana,” jelasnya.
Tujuan utama dari setiap kegiatan, adalah memberikan pemahaman lengkap kepada masyarakat, mulai dari cara menangani sampah hingga pentingnya pengelolaan limbah yang benar, dimulai dari lingkungan terdekat yaitu rumah tangga. Langkah ini diambil mengingat kondisi bumi yang dinilainya sedang dalam keadaan darurat akibat penumpukan sampah plastik.
“Target kami adalah memberikan informasi dan edukasi, sekaligus mengajarkan cara menangani masalah sampah yang dimulai dari rumah. Tujuan besar kita bersama adalah menjaga bumi agar bebas dari sampah plastik sekali pakai. Kondisi bumi saat ini sedang darurat, artinya bumi tidak dalam keadaan baik-baik saja, jadi tindakan kita sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Jack juga mengingatkan pentingnya pemilahan sampah dari rumah. Menurutnya, pemilahan antara sampah organik dan anorganik dapat mencegah penumpukan yang menimbulkan bau tak sedap, sumber penyakit, hingga masalah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menyayangkan kondisi yang sering ditemui di fasilitas umum seperti pasar, di mana sampah masih tercampur antara jenis organik maupun anorganik.
“Mari kita mulai menjaga lingkungan dari rumah dengan memilah sampah. Jika dipilah sejak awal, sampah tidak akan tercampur saat dibuang ke tempat pembuangan, sehingga tidak menimbulkan penyakit maupun bau. Di pasar saja masih banyak sampah yang belum dipilah, semuanya bercampur. Oleh karena itu, mari bergerak bersama menjaga Biak agar bebas dari penggunaan plastik sekali pakai,” ungkapnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....