Perbaikan Sarana IPAL SPPG di Biak Numfor Sudah 90 Persen
- 30 Apr 2026 13:43 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Sebanyak 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Biak Numfor saat ini dihentikan sementara operasionalnya. Hal ini dilakukan karena instalasi pengelolaan air limbah yang digunakan belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku, dan merupakan bagian dari penertiban nasional yang juga menjangkau sekitar 1.500 SPPG di seluruh Indonesia.
Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd, menegaskan kepada masyarakat dan seluruh penerima manfaat agar tidak perlu khawatir. Penghentian ini bersifat sementara dan program MBG tidak dihentikan.
"Kami pastikan program ini tidak berhenti. Ini hanya jeda sementara untuk perbaikan. Setelah semua beres, pelayanan akan segera dilanjutkan kembali seperti biasa," ujar Kamaruddin, Rabu 29 April 2026.
Menurut Kamaruddin, proses perbaikan dan pemenuhan standar fasilitas sudah berjalan maksimal. Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh persiapan fisik diperkirakan selesai dalam waktu satu pekan ke depan.
"Kendala utamanya adalah instalasi yang dibutuhkan harus didatangkan dari Jawa. Butuh waktu untuk pengiriman dan angkutan. Namun kami pastikan progresnya lancar dan paling lambat minggu ini sudah bisa beroperasi kembali," tambahnya.

Hal senada disampaikan Kepala SPPG Waupnor, Yuanita Kristanto, saat dihubungi RRI pada Kamis 30 April 2026. Ia menjelaskan bahwa surat Suspended atau penghentian sementara dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat turun pada 2 April lalu, dan pihaknya langsung bergerak melakukan perbaikan besar-besaran.
"Kami butuh alat dari Jawa. Selama menunggu, kami sudah menyiapkan saluran air, bak penampungan, dan sumur resapan. Limbah basah pun dialihkan untuk pakan ternak guna meminimalisir bau," jelas Yuanita.
Saat ini, progres fisik perbaikan di seluruh titik SPPG, mulai dari Waupnor, Mandala, Ridge, Brambaken, hingga Sorido, sudah mencapai 90 persen. Mereka hanya menunggu kedatangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"IPAL dijadwalkan tiba tanggal 1 Mei. Begitu datang, langsung kami pasang di hari Sabtu atau Minggu. Setelah instalasi selesai dan dinyatakan layak, kita melakukan penganjuran atau surat keterangan bahwasannya SPPG ini telah siap, kami akan ajukan pencabutan suspend agar bisa beroperasi normal kembali," tambahnya.
Pengiriman alat dilakukan bertahap karena jumlahnya yang banyak dan ukurannya yang besar, sehingga pembukaan kembali operasional juga akan dilakukan bertahap namun beruntun.
Yuanita juga memaparkan, setelah beroperasi nanti, SPPG Waupnor akan tetap fokus melayani sektor prioritas yaitu 3B (Balita, Busui, Bumil) serta satuan pendidikan usia dini.
“Saat ini yang kami layani yaitu di Kelompok Belajar Betesda, TK Hang Tua, TK Ade Irma, TK Maranata. SD Samau, SD Inpres Aru, SD Borokup, SD Saramom, SD YPK-2A, SD YPK-2B, SMP Waupnor, Posyandi Mangga Saramom. Target utamanya adalah pencegahan stunting dan pemenuhan gizi untuk anak usia berkembang. Nanti setelah maksimal, baru akan bertahap dilanjutkan ke jenjang SMP dan SMA lainnya," ungkapnya.
Hingga saat ini, seluruh dapur umum telah siap dengan infrastruktur saluran limbah dan sumur resapan, hanya tinggal menunggu pemasangan alat penyaring agar air limbah yang dibuang bersih, jernih, dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....