BMKG Minta Warga Waspada Gelombang 2,5 Meter di Perairan Papua hingga 19 April
- 16 Apr 2026 13:33 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Dok II Jayapura resmi mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk wilayah perairan Papua. Peringatan ini berlaku mulai 16 April 2026 pukul 09.00 WIT hingga 19 April 2026 pukul 09.00 WIT.
BMKG mencatat sejumlah wilayah perairan berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diantaranya Perairan Jayapura, Perairan Sarmi – Mamberamo, Perairan Barat, Timur, Utara, dan Selatan Pulau Biak, Perairan Kepulauan Mapia dan Perairan Utara Serui.
Ketinggian gelombang tersebut masuk dalam kategori sedang hingga tinggi berdasarkan skala BMKG.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik BMKG, peningkatan gelombang ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, keberadaan Typhoon Sinlaku di perairan utara Samudra Pasifik. Kedua, adanya pusat tekanan rendah atau sirkulasi siklonik di wilayah perairan selatan Papua.
Hal ini secara bersamaan memengaruhi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di wilayah Papua. Angin di perairan utara Papua umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 8 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Kepulauan Mapia, Perairan Biak, Perairan Serui, dan Perairan Sarmi-Mamberamo.
BMKG secara khusus mengeluarkan saran keselamatan pelayaran bagi seluruh pengguna jalur laut di wilayah terdampak. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Perkembangan informasi cuaca maritim terkini dari BMKG dapat diakses melalui kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura di Instagram @bmkgstamarjayapura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....