Tani Merdeka Indonesia Biak Numfor Garap 100 Hektar Lahan di Moibaken

  • 07 Apr 2026 21:15 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Organisasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Biak Numfor terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan daerah. Sebagai bagian integral dari organisasi tingkat nasional yang berpusat di Jakarta, organisasi ini hadir dengan visi utama untuk mensejahterakan petani dan memastikan ketersediaan pangan yang mandiri.

Ketua Pembina Organisasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Biak Numfor, Noak Krey, S.Pd, menjelaskan bahwa untuk wilayah Biak organisasi ini terbentuk sejak 2025 dan kini aktif menggerakkan roda ekonomi pertanian di Biak Numfor, dengan didampingi penyuluh pertanian yang berkompeten.

"Jika kita melihat anggaran pembangunan nasional untuk swasembada pangan di Indonesia mencapai 236 triliun rupiah. Dana ini mengalir dari hulu ke hilir, mulai dari desa hingga ke kota, untuk memastikan apa yang dimakan dan diminum masyarakat Indonesia adalah hasil produksi sendiri dari tanah air kita melalui para petani," ujar Noak Krey dalam Dialog RRI Biak, Selasa 7 April 2026.

Salah satu langkah besar yang sedang dijalankan Tani Merdeka Indonesia adalah perubahan pola pikir dan cara bertani. Menurut Noak, selama ini pertanian di Biak Numfor masih bersifat tradisional dengan luasan yang kecil, rata-rata hanya 1 hingga 3 hektar dan Tani Merdeka Indonesia hadir untuk membawa perubahan menjadikan pertanian lebih ke skala besar.

"Kami ingin merubah secara perlahan dari cara tradisional ke modern. Bukan lagi bicara satu dua hektar saja, tapi menjadi puluhan bahkan ratusan hektar. Kami ingin beralih ke hortikultura dengan menggunakan alat-alat modern dan teknik penanaman yang benar," tegasnya.

Sebagai Demplot pertanian (Demonstration Plot) atau percontohan, Tani Merdeka Indonesia telah berhasil membuka lahan seluas 100 hektar di wilayah Moibaken, atas dukungan keluarga besar Yapen dan keluarga keluaga terkait pemilik lahan yang telah memberikan ijin lahannya untuk digarap, lahan tersebut kini sudah ditanami berbagai komoditas pangan dan sayuran.

"Kami sudah mulai menanam dan semoga berjalan lancar tinggal 2 bulan lagi kami akan panen raya. Ini menjadi bukti nyata kami bekerja, bukan hanya bicara," ungkap Noak.

Adapun komoditas yang sedang dikembangkan di lahan tersebut antara lain: Sawi Pakcoy, Sawi Melodi, Semangka, Jagung, Tomat, Cabai dan Padi Ladang seluas 10 Hektar.

Dalam pengelolaannya, Tani Merdeka juga mulai menerapkan teknologi pertanian yang tepat guna, salah satunya adalah sistem irigasi menetes yang memanfaatkan penampungan air hujan dan embun. Hal ini dilakukan untuk efisiensi dan menjamin ketersediaan air bagi tanaman.

Target produksi pun disusun matang agar bisa memenuhi kebutuhan pasar. "Kita ingin sistemnya berjalan simultan, satu hektar panen minggu ini, hektar berikutnya minggu depan. Jadi dalam satu tahun bisa 4 kali panen besar, agar pasokan ke pasar di Biak bisa terpenuhi," jelasnya.

Keberhasilan di Moibaken akan dijadikan modal untuk memperluas wilayah garapan. Noak Krey menyebut, permintaan untuk membuka lahan baru sudah ada dari beberapa wilayah.

"Tapi kami fokus di Moibaken sampai panen dulu agar berhasil menjadi contoh. Setelah itu kami akan kembangkan ke wilayah lain," tegasnya.

Sementara itu, Salah satu perwakilan petani, Boas Yapen, mengaku sangat terbantu dan bangga bergabung dengan Tani Merdeka Indonesia. Menurutnya, ada perubahan signifikan dalam cara bertani yang diterapkan saat ini.

"Awalnya kami bertani masih tradisional, babat tanah langsung tanam. Tapi setelah bergabung dengan Tani Merdeka, kami belajar cara modern. Sekarang sudah pakai alat-alat yang lebih baik, ada pembibitan yang benar, dan cara tanam yang lebih rapi,"ungkap Boas.

Dalam kesempatan ini Tani Merdeka Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk bersemangat dalam bertani, memanfaatkan lahan yang ada untuk bertani. Mengelola tanah sebagai berkat Tuhan untun kemajuan individu dan banyak orang serta mendukung ketahanan pangan dan kemajuan daerah biak numfor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....