BMKG: Nelayan Waspada Gelombang Sedang di Perairan Utara Papua Sepekan ke Depan
- 23 Feb 2026 08:21 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura resmi mengeluarkan Prospek Cuaca Maritim Mingguan yang berlaku mulai Senin, 23 Februari 2026 pukul 09.00 wit hingga Minggu, 1 Maret 2026 pukul 09.00 wit.
Dalam rilis tersebut, BMKG mengimbau seluruh pengguna laut khususnya nelayan dan kapal berukuran kecil untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gelombang di kategori sedang diperkirakan mewarnai perairan utara Papua selama sepekan penuh.
BMKG mencatat bahwa anomali suhu muka laut di sekitar perairan utara Provinsi Papua saat ini berada pada nilai positif. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas pertumbuhan awan dan potensi cuaca buruk di kawasan tersebut.
Pola angin di wilayah utara Papua umumnya bergerak dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan yang cukup bervariasi, berkisar antara 2 hingga 35 knot. Kecepatan angin yang berpotensi mencapai 35 knot ini tergolong kencang dan dapat mengakibatkan gelombang tinggi serta kondisi berbahaya bagi kapal-kapal berukuran kecil.
Berdasarkan prakiraan yang dirilis, BMKG membagi kondisi cuaca perairan selama sepekan ke depan menjadi tiga periode:
23–24 Februari 2026:
Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter (Kategori Sedang) diprakirakan terjadi di wilayah Perairan Jayapura, Perairan Sarmi-Mamberamo, Perairan Utara, Barat, dan Timur Biak, Perairan Utara Serui, serta Perairan Kepulauan Mapia. Angin bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan 2–35 knot.
25–26 Februari 2026:
Kondisi serupa berlanjut dengan tinggi gelombang 1,25–2,50 meter di wilayah yang sama. Namun jangkauan area terdampak meluas, mencakup Perairan Utara dan Selatan Serui, yang sebelumnya hanya meliputi sisi utara. Kecepatan angin tetap berada di kisaran 2–35 knot.
27 Februari – 1 Maret 2026:
Pada periode akhir pekan ini, wilayah terdampak semakin meluas dengan bertambahnya Perairan Selatan Biak dalam daftar kawasan yang mengalami gelombang sedang. Secara keseluruhan, seluruh sisi Biak—Utara, Selatan, Barat, dan Timur—masuk dalam zona waspada. Ketinggian gelombang masih di kisaran 1,25–2,50 meter dengan kecepatan angin 2–35 knot.
Seiring dengan kondisi cuaca tersebut, BMKG menetapkan ambang batas keselamatan berdasarkan jenis armada laut yang beroperasi. Untuk perahu nelayan, risiko bahaya sudah dimulai saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter.
Sementara itu, kapal feri baru memasuki zona berbahaya jika kecepatan angin melampaui 21 knot dan gelombang melebihi 2,5 meter. Kapal kargo dan kapal pesiar, yang memiliki ukuran lebih besar, memiliki batas aman lebih tinggi yakni pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
Mengingat prakiraan gelombang selama sepekan ini berkisar 1,25–2,50 meter dan angin berpotensi mencapai 35 knot, maka kondisi tersebut sudah melampaui ambang batas aman bagi perahu nelayan dan kapal tongkang. BMKG meminta masyarakat dan seluruh awak kapal yang beroperasi di wilayah-wilayah terdampak agar benar-benar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum bertolak.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat, nelayan, dan seluruh pelaku pelayaran di wilayah perairan utara Provinsi Papua disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum dan selama melakukan aktivitas di laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....