Memberi Pinjaman pada Tuhan ?

  • 11 Jun 2026 20:09 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - “Abi Faiz, mamaku titip uang untuk disimpan di masjid…” ucap seorang gadis kecil dengan senyum yang begitu tulus.

Gadis kecil itu lalu menyerahkan selembar uang kertas kepadaku, tepat saat aku hendak berangkat menunaikan shalat Jum'at. Entah sudah berapa kali dia melakukan hal itu. Dan setiap kali itu pula, aku selalu menerimanya dengan senang hati.

Bocah kecil itu mungkin belum sepenuhnya memahami makna dari apa yang dia lakukan.

Namun di balik itu, ada didikan yang luar biasa dari orang tuanya. Sebuah kebiasaan sederhana, menyisihkan sebagian rezeki untuk diinfaqkan ke rumah Allah.

Barangkali, orang tuanya berharap agar rezeki yang mereka peroleh menjadi berkah. Tidak sekadar cukup… tapi juga membawa ketenangan dalam hidup.

Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Muzzammil ayat 20, Allah menggunakan ungkapan yang begitu indah: “…memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik…”

Sebuah kalimat yang menggugah hati. Bagaimana mungkin manusia “meminjamkan” sesuatu kepada Tuhan? padahal seluruh yang kita miliki adalah milik-Nya.

Namun justru di situlah letak keindahannya. Allah seakan “memuliakan” hamba-Nya dengan menyebut sedekah dan infaq sebagai “pinjaman” kepada-Nya.

Seakan-akan Allah ingin mengatakan: "Apa yang kamu berikan di jalan-Ku, tidak akan pernah hilang. Aku sendiri yang akan mengembalikannya… bahkan dengan balasan yang jauh lebih besar.”

Dan ternyata, kebaikan itu tidak hanya berbuah di akhirat. Di dunia pun, Allah menghadirkan sesuatu yang tak ternilai: ketenangan batin, kebahagiaan yang tulus, serta kemampuan menghadapi hidup dengan lebih ringan.

Aku tidak tahu secara pasti bagaimana kondisi ekonomi keluarga gadis kecil itu. Namun yang aku lihat, mereka bukan dari kalangan berada. Sederhana, bahkan mungkin terbatas.

Namun ada satu hal yang terasa begitu kuat: optimisme. Ada semangat dalam menjalani hari. Ada keyakinan dalam menghadapi kehidupan.

Dan mungkin… itulah salah satu buah dari kebiasaan memberi. Sebab sejatinya, yang kita berikan tidak pernah benar-benar berkurang. Justru… sedang “disimpan” oleh Allah dalam cara yang tidak selalu kita lihat, namun pasti akan kita rasakan.

Oleh: La Ode Mu’jizat, S.Kep., Ns.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....