BAZNAS Baubau Perkuat Sosialisasi Zakat dan Delapan Asnaf

  • 14 Mar 2026 22:25 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Baubau berencana memperkuat sosialisasi kepada masyarakat terkait pemahaman zakat, termasuk penjelasan mengenai delapan golongan penerima zakat (asnaf) yang masih belum banyak diketahui masyarakat.

Ketua BAZNAS Kota Baubau, Asmahani, mengatakan peningkatan sosialisasi menjadi langkah awal yang akan dilakukan pihaknya sebelum menyusun program besar ke depan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa zakat dapat disalurkan melalui BAZNAS sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

“Yang paling penting sekarang adalah sosialisasi dulu, supaya masyarakat paham bahwa ada tempat resmi untuk menyalurkan zakat,” ujarnya saat ditemui di Kantor BAZNAS Baubau, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat melalui BAZNAS memiliki dasar hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa penerima zakat tidak hanya terbatas pada bantuan untuk pembangunan tempat ibadah, tetapi juga kepada delapan golongan penerima zakat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Selama ini masyarakat masih banyak menyalurkan zakat untuk kegiatan tertentu saja. Padahal ada delapan asnaf seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kota Baubau, La Ijaa, menambahkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi jika dikelola secara tepat.

Ia menambahkan berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, ada delapan Asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat. Pembagian ini bertujuan memastikan zakat tepat sasaran untuk meringankan beban ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial

Menurutnya, BAZNAS juga berencana mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi penerima zakat agar mereka dapat bangkit dan mandiri.

“Harapannya setelah dibantu keluar dari kesulitan, mereka bisa memiliki usaha dan perlahan menjadi mandiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan suatu saat mereka yang dulu menerima bantuan bisa menjadi muzakki,” ujarnya.

Selain itu, BAZNAS Baubau juga membuka peluang bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun akan tetap menyesuaikan dengan kemampuan dana yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....