DP3AKB Baubau Perkuat Sinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

  • 17 Jul 2026 19:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau menggelar pertemuan koordinasi dan kerja sama lintas sektor dalam upaya penggerakan serta pemberdayaan masyarakat untuk mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan perkawinan anak. Kegiatan berlangsung di Aula DP3AKB Kota Baubau, Kamis 16 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menghadirkan empat narasumber dari berbagai instansi, yakni Dr. Hamzah dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, Alamsyah. dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau, Aipda Gunawal Hasbullah. dari Satreskrim Polres Baubau, serta praktisi dan akademisi Ainun Zaujah, Kegiatan dipandu oleh Wahyu Waliono,. sebagai moderator.

Dalam kesempatan itu, Alamsyah mengapresiasi inisiatif DP3AKB yang dinilai mampu memperkuat sinergi berbagai pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika.

"Kegiatan seperti ini sangat positif. Harapan kami, peserta mampu membentengi diri sendiri maupun lingkungan kerjanya sehingga tidak ada ruang bagi peredaran narkotika. Benteng terkuat harus dimulai dari masyarakat paling bawah. Dengan adanya satgas, masyarakat akan merasa lebih aman," ujarnya.

Alamasyah juga mengungkapkan bahwa BNN Kota Baubau telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Tim Penggerak PKK sebagai langkah memperluas upaya pencegahan di tingkat keluarga.

"Tinggal menunggu komando dari Ketua PKK kapan kita bergerak bersama. Peran ibu-ibu PKK sangat penting karena dapat mendidik anak-anak sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga," tambahnya.

Sementara itu, Aipda Gunawal Hasbullah memaparkan kondisi penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Baubau yang menunjukkan tren peningkatan.

"Hingga saat ini sudah tercatat 45 kasus tindak pidana yang berkaitan dengan perempuan di Kota Baubau. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun," ungkapnya.

Menurutnya, forum koordinasi seperti ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap berbagai bentuk kekerasan.

"Kami berharap sosialisasi seperti ini terus ditingkatkan agar edukasi kepada masyarakat semakin luas, sehingga tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dicegah sedini mungkin," katanya.

Terkait penegakan hukum, Gunawal menegaskan setiap laporan masyarakat akan diproses secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami tidak serta-merta langsung memberikan penilaian. Untuk kasus tertentu kami tetap mengedepankan restorative justice. Namun, apabila tindak pidana tersebut memiliki ancaman hukuman yang berat dan telah diatur secara khusus, tentu proses hukumnya akan tetap kami lanjutkan hingga tuntas," tegasnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan dihadiri berbagai unsur, di antaranya TP PKK Kota Baubau, Dharma Wanita Persatuan Kota Baubau, TP PKK Kecamatan Wolio, Betoambari, Murhum, dan Batupoaro, perwakilan puskesmas se-Kota Baubau, Forum Anak Kota Baubau, Forum GenRe Kota Baubau, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan Lamangga, Melai, dan Wajo, UPTD PPA, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), serta jajaran DP3AKB Kota Baubau.

Melalui pertemuan ini, DP3AKB Kota Baubau berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO, serta perkawinan anak dapat dilakukan secara terpadu demi mewujudkan Kota Baubau yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....