BPBD dan Pos SAR Baubau Perkuat Koordinasi Hadapi Risiko Laut

  • 10 Agt 2026 21:21 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau — BPBD bersama Pos SAR Baubau memperkuat koordinasi menghadapi potensi bencana laut selama puncak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kedua lembaga menyepakati penguatan jalur komunikasi dan pertukaran informasi secara langsung selama 24 jam.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi keduanya di Aula Kantor BPBD Kota Baubau, Senin, 10 Agustus 2026. Koordinasi difokuskan pada percepatan respons terhadap kejadian darurat, khususnya di wilayah perairan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau, Moh. Tasdik mengatakan ancaman El Nino tidak hanya perlu diantisipasi dari sisi kekeringan dan kebakaran. Penguatan angin timur pada puncak kemarau juga berpotensi meningkatkan risiko pelayaran di wilayah perairan Baubau.

"El Nino sering dibaca publik semata sebagai ancaman kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran lahan. Padahal di kota kepulauan seperti Baubau, penguatan angin timur pada puncak kemarau juga menaikkan tinggi gelombang di alur pelayaran kita," ujar Tasdik.

Tasdik menegaskan koordinasi dilakukan sebelum terjadi kedaruratan untuk memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti. Karena itu, BPBD dan Pos SAR Baubau menyepakati satu jalur komunikasi yang aktif selama 24 jam antara Pusdalops BPBD dan Comm Centre Pos SAR.

"Kami tidak ingin koordinasi baru terbangun ketika korban sudah jatuh. Karena itu rapat ini menyepakati satu jalur komunikasi yang jelas antara Pusdalops BPBD dan Comm Centre Pos SAR Baubau, aktif 24 jam," tegasnya.

Tasdik mengakui keterbatasan personel dan peralatan masih menjadi tantangan dalam penanganan bencana, terutama jika kejadian berlangsung di sejumlah titik secara bersamaan. Menurutnya, kondisi tersebut justru memperkuat kebutuhan kolaborasi lintas lembaga melalui kerangka kerja SIGAP.

"Kekuatan kita hari ini ada pada kecepatan koordinasi, bukan pada besarnya alat," lanjut Tasdik.

Rapat Koordinasi BPBD dan POS SAR Baubau di Aula Kantor BPBD Kota Baubau, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto: BPBD BB)

Sementara itu, Kepala Pos SAR Baubau, Yayan La Ihu, memastikan tim rescue siap mendukung kesiapsiagaan Pemerintah Kota Baubau. Yayan menilai kecepatan penerimaan laporan menjadi faktor penting dalam operasi pencarian dan pertolongan di perairan Selat Buton dan sekitarnya.

"Tim rescue kami siaga dan siap digerakkan setiap saat. Yang kami butuhkan dari semua pihak adalah kecepatan pelaporan. Semakin cepat informasi masuk ke Comm Centre, semakin luas peluang korban dapat diselamatkan," kata Yayan.

BPBD dan Pos SAR Baubau juga menyepakati diseminasi bersama peringatan dini cuaca maritim BMKG kepada kelurahan pesisir, kelompok nelayan, dan operator pelabuhan rakyat. Selain itu, dilakukan pemetaan titik rawan kecelakaan laut serta penguatan pelibatan TNI AL, Polairud, KSOP, Dinas Perhubungan, PMI, Tagana, relawan, dan kelompok nelayan sebagai potensi SAR.

Olehnya itu nelayan, operator kapal rakyat, dan masyarakat pengguna transportasi laut diminta untuk memantau informasi cuaca sebelum berangkat, memastikan alat keselamatan tersedia, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan.

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai ancaman darat selama puncak kemarau, termasuk kebakaran lahan dan permukiman serta potensi krisis air bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....