Pemkot Baubau dan Polres Bentuk Posko Penanganan Kebakaran
- 06 Sep 2026 08:01 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau bersama Polres Baubau membentuk posko bersama untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Posko tersebut ditempatkan di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Baubau.
Pembentukan posko dilakukan menyusul meningkatnya kejadian kebakaran selama musim kekeringan di Kota Baubau. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi potensi kebakaran lahan yang semakin tinggi.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Baubau, La Ode Ali Hasan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Baubau terkait pembentukan posko tersebut.
“Alhamdulillah kita sudah sepakat tempat posko bersama itu dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan ditempatkan di Mako Damkar,”kata Ali Hasan, Minggu 6 September 2026.
Berdasarkan catatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Baubau, terdapat 92 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan menjadi kejadian paling dominan dengan 61 kasus.
Kejadian kebakaran meningkat tajam dalam dua bulan terakhir. Pada Juli tercatat 24 kejadian, kemudian melonjak menjadi 49 kejadian pada Agustus.
Ali Hasan mengatakan, penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran sesuai tugas masing-masing.
Dalam rapat koordinasi, Dinas Sosial Baubau akan melibatkan Taruna Siaga Bencana atau Tagana serta armada pengantaran untuk membantu penanganan kebakaran lahan dan hutan.
Para camat juga diminta memperkuat koordinasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, Bappeda Baubau akan menyiapkan anggaran perubahan sesuai kebutuhan yang diajukan Dinas Damkar dan Penyelamatan. Setiap organisasi perangkat daerah juga diarahkan menyiapkan alat pemadam api ringan atau APAR.
BPBD Baubau akan memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Edukasi terutama menyasar wilayah yang selama ini sering terjadi kebakaran lahan dan hutan.
Ali Hasan menegaskan, selama kejadian kebakaran Januari hingga Agustus 2026 tidak terdapat korban jiwa. Namun, tingginya kasus kebakaran lahan menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....