Wawali Baubau Dorong Transformasi Pertanian, Dinas Teknis Perkuat Pendampingan

  • 21 Jun 2026 11:34 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mempercepat transformasi sektor pertanian melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi yang terukur berbasis data. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong petani tradisional naik kelas menjadi petani produktif yang mampu meningkatkan pendapatan dan berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah.

Saat sesi dialog bersama ASN Dinas Pertanian dan kelompok tani, Hamsinah menegaskan keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi harus terlihat dari peningkatan luas lahan produktif, produktivitas hasil panen, dan jumlah petani yang berhasil berkembang secara ekonomi.

Menurutnya, ekstensifikasi lahan perlu menjadi perhatian serius karena masih banyak lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hamsinah meminta setiap program pertanian memiliki target tahunan yang jelas, baik untuk perluasan lahan maupun peningkatan produktivitas.

“Kita harus bisa menghitung setiap tahun berapa hektare tambahan lahan yang berhasil dimanfaatkan masyarakat. Semua harus berbasis data, mulai dari luas lahan, jumlah kelompok tani hingga peningkatan produksinya,” ujar Hamsinah di Kantor Dispertan, Minggu, 21 Juni 2026.

Wawali juga menekankan perlunya pendampingan kepada petani yang masih mengelola pertanian secara subsisten atau hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, kelompok inilah yang harus menjadi fokus pembinaan agar mampu meningkatkan produksi dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar.

“Jangan hanya mengurus kelompok tani yang sudah maju. Mereka yang masih tradisional harus kita bantu agar naik kelas, produktivitasnya meningkat dan hasilnya tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tetapi juga bisa dijual sehingga menambah pendapatan keluarga,” katanya.

Wakil Wali Kota, Wa Ode Hamsinah Bolu, bersama Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, Asisten II Setda, Dahrul Dahlan dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid di Kantor Dispertan-Ketapang Baubau, Minggu, 21 Juni 2026 (Foto: RRI/Arul)

Selain perluasan lahan, Hamsinah meminta Dinas Pertanian dan Ketapang mendorong penerapan teknologi pertanian modern agar petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada musim hujan.

Pemanfaatan irigasi, greenhouse sederhana, irigasi tetes, dan berbagai inovasi budidaya dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga produksi sepanjang tahun.

Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi kunci kemajuan sektor pertanian. Petani harus didorong untuk berani mengadopsi teknologi dan metode baru yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen.

“Kita harus menuju pertanian yang lebih modern. Cabai, tomat, dan komoditas hortikultura lainnya harus bisa diproduksi sepanjang tahun. Kita tidak bisa terus bergantung pada musim karena teknologi sudah tersedia untuk mengatasi berbagai keterbatasan,” ujarnya.

Hamsinah menambahkan, peningkatan produksi hortikultura juga menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi daerah. Selama ini, komoditas seperti cabai dan tomat kerap menjadi penyumbang inflasi sehingga dibutuhkan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Hamsinah Bolu mengajak seluruh jajaran Dinas Pertanian menjadi motor penggerak perubahan dengan menghadirkan inovasi, membuka wawasan petani, dan memperkuat pendampingan di lapangan.

Dengan target yang jelas dan kerja yang terukur, Pemerintah Kota Baubau berharap sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pertanian harus naik kelas. Akhir tahun ini harus ada tambahan produksi, tambahan luas lahan yang dimanfaatkan, dan peningkatan kesejahteraan petani. Itu yang harus kita capai bersama,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....