Cegah Bantuan jadi Besi Tua, Distan Baubau Seleksi Ketat Penerima Alsintan
- 15 Jul 2026 11:57 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat tidak dibagikan begitu saja kepada kelompok tani di Kota Baubau. Di balik setiap traktor, cultivator, hingga mesin pertanian yang diterima petani, ada proses verifikasi ketat yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau agar bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, bukan berakhir menjadi besi tua.
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Sitti Hasinah Monianse, mengatakan setiap usulan bantuan alsintan harus melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh sebelum diajukan ke pemerintah pusat.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan setiap bantuan yang diterima memiliki dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
"Kami selalu berhati-hati melakukan verifikasi, baik usulan kelompok tani maupun calon penerima bantuan. Ada pertanggungjawaban yang harus kami penuhi, mulai dari cakupan layanan alat hingga capaian produksi yang dihasilkan. Itu menjadi bahan pertimbangan sebelum usulan diajukan ke pemerintah pusat," ujarnya akhir juni lalu.
Hasinah menegaskan, kelompok tani yang diusulkan sebagai penerima bantuan wajib terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) serta memiliki aktivitas usaha tani yang jelas. Persyaratan tersebut bertujuan agar alsintan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Pertimbangan utama adalah pemanfaatannya. Alsintan harus memberikan manfaat bagi petani dan meningkatkan pelayanan kepada anggota kelompok. Jangan sampai bantuan yang diberikan akhirnya menjadi besi tua karena tidak digunakan secara optimal," tegasnya.
Selain kelengkapan administrasi, tim verifikasi juga menilai luas lahan yang digarap, jumlah petani yang akan memanfaatkan alat, hingga cakupan pelayanan yang mampu diberikan setiap alsintan.
"Proposal yang masuk kami verifikasi terlebih dahulu sebelum diusulkan ke pusat. Kami melihat luas lahan, cakupan layanan, dan berapa banyak petani yang akan memanfaatkan alat tersebut," jelasnya.
Sejauh ini, jumlah alsintan di Kota Baubau dinilai cukup memadai. Hampir setiap tahun pemerintah daerah menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun melalui aspirasi anggota DPRD. Tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi pada ketersediaan alat, melainkan bagaimana memaksimalkan penggunaannya.
Karena itu, seluruh alsintan dikelola melalui Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) sehingga dapat dimanfaatkan secara bersama oleh berbagai kelompok tani, bahkan lintas kelurahan.
"Melalui UPJA, alsintan akan lebih terkelola secara profesional sehingga alat lebih terpelihara dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh petani," katanya.
Pemerintah Kota Baubau berharap pengelolaan alsintan yang tepat mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, mendongkrak produksi komoditas pangan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan pemanfaatan yang optimal, setiap bantuan yang dikucurkan pemerintah diharapkan benar-benar menjadi investasi bagi kesejahteraan petani, bukan sekadar aset yang tersimpan tanpa digunakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....