Bermodal 150 Ayam Petelur, Pensiunan PNS di Baubau Sukses Berwirausaha

  • 12 Jul 2026 19:40 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Memasuki masa pensiun tidak membuat Pemran berhenti berkarya. Warga Jalan Erlangga, Kecamatan Murhum, Kota Baubau itu justru memanfaatkan balkon lantai tiga rumahnya untuk beternak ayam petelur sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus mengisi waktu luang.

Usaha tersebut mulai dirintis sejak Januari 2026 dengan modal awal 150 ekor ayam petelur. Mantan Kepala Bidang Peternakan yang pernah bertugas di Kota Baubau dan Kabupaten Buton Tengah itu menilai usaha ayam petelur memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena sebagian besar kebutuhan telur di Kota Baubau masih dipasok dari luar daerah.

"Saya beternak ini selain untuk hiburan di masa tua, namun hobi ini juga mendatangkan keuntungan," ujar Pemran, Kamis 9 Juli 2026.

Menurutnya, kebutuhan telur masyarakat Kota Baubau terus meningkat, sementara jumlah peternak lokal masih sangat terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar. Akibatnya, sekitar 80 persen kebutuhan telur masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama dari Sulawesi Selatan serta Sidoarjo, Surabaya.

Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah juga berpengaruh terhadap harga telur. Saat momentum Iduladha lalu, harga telur ayam di Kota Baubau bahkan sempat menembus Rp90.000 hingga Rp100.000 per rak akibat tingginya permintaan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Pemran optimistis usaha peternakan ayam petelur masih memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan di Baubau.

"Yang saya tahu 80 persen telur kita didatangkan dari luar seperti Surabaya dan Makassar. Menurut saya, kalau ada lagi 100 ribu ekor ayam petelur di Baubau, Insya Allah hasilnya masih terserap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Dari 150 ekor ayam yang dipeliharanya, Pemran mampu memanen sekitar 120 butir telur setiap hari. Seluruh hasil panen dipasarkan melalui warung miliknya dengan harga Rp2.000 per butir. Ia mengaku telah memiliki pelanggan tetap karena telur yang dijual selalu dalam kondisi segar.

Usaha yang dijalankan Pemran juga sempat mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Kota Baubau. Ia mengaku pernah menerima kunjungan dari dinas terkait untuk memberikan masukan sekaligus melihat langsung pengelolaan peternakan yang berada di lingkungan permukiman.

Selain menghasilkan telur, limbah peternakan juga dimanfaatkan secara optimal. Kotoran ayam yang dihasilkan setiap hari dijadikan pupuk organik dan rutin dimanfaatkan warga sekitar untuk menyuburkan tanaman.

"Kotoran ayamnya tidak akan jatuh ke lantai karena ada pengalas di bawah kandang. Setiap hari saya bersihkan dan saya berikan kepada orang yang membutuhkan pupuk sehingga kandang tetap bersih," ungkapnya.

Pemran berharap semakin banyak masyarakat Kota Baubau yang memanfaatkan pekarangan atau ruang kosong di rumah sebagai lokasi usaha peternakan ayam petelur. Menurutnya, selain dapat menambah pendapatan keluarga, usaha tersebut juga berkontribusi mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan telur dari luar serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber protein dengan harga yang terjangkau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....