Messi Akhiri Perjalanan 21 Tahun Bersama Argentina dengan Air Mata

  • 07 Okt 2026 11:23 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lionel Messi resmi menutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina setelah 21 tahun membela negaranya. Pertandingan menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, menjadi penampilan terakhir pemain berusia 39 tahun tersebut bersama La Albiceleste.

Dilansir dari Reuters, perpisahan itu berlangsung dalam suasana emosional. Sekitar 85 ribu penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan langsung momen terakhir Messi mengenakan seragam Argentina.

Malam perpisahan tersebut sekaligus ditutup dengan penampilan khas Messi. Ia mencetak satu gol melalui titik penalti dalam kemenangan Argentina 3-0 atas Benin. Gol tersebut menjadi gol internasional ke-126 sepanjang kariernya bersama Argentina.

Messi juga berperan dalam gol pertama Argentina. Umpannya membantu Nicolas Otamendi membuka keunggulan, sebelum Nico Paz dan Messi memastikan kemenangan tiga gol tanpa balas.

Meski demikian, hasil pertandingan bukan menjadi perhatian utama. Seluruh suasana di Stadion Monumental lebih banyak diarahkan untuk memberikan penghormatan kepada Messi yang menjalani laga terakhirnya bersama tim nasional.

Dalam pidatonya setelah pertandingan, Messi mengungkapkan betapa besar arti seragam Argentina dalam perjalanan kariernya.

"Merupakan sumber kebanggaan yang luar biasa bagi saya bisa mengenakan seragam ini selama lebih dari 20 tahun," kata Messi.

Ia mengaku keputusan untuk meninggalkan tim nasional bukan sesuatu yang mudah.

"Tidak datang lagi akan terasa sangat menyakitkan. Sumpah, saya ingin bermain seumur hidup, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada seseorang."

Namun, Messi menilai keputusan tersebut sudah tiba pada waktunya. Pengalaman berat selama Piala Dunia terakhir, ditambah kondisi kesehatan ayahnya ketika itu, menjadi bagian dari pertimbangan yang membuatnya memilih mengakhiri perjalanan internasional.

"Meski saya ingin berada di sini seumur hidup, saya merasa sekarang adalah waktunya. Piala Dunia terakhir terlalu berat, semua yang harus saya lalui," ujar Messi.

Stadion Monumental juga memiliki arti khusus bagi Messi. Tempat tersebut menjadi lokasi pertandingan pertama Argentina setelah menjuarai Piala Dunia 2022. Kali ini, ia kembali ke stadion yang sama untuk mengucapkan salam perpisahan.

"Sekarang saya berada di sini pada hari paling menyedihkan dalam karier saya, yaitu hari ketika saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional, selamat tinggal kepada kalian semua."

"Tetapi sekarang saya akan berada di sisi itu, bersama para penggemar, mendukung semua pemain, semua orang yang datang. Selalu bersatu," katanya.

Emosi Messi sebenarnya sudah terlihat sebelum pertandingan dimulai. Ia tampak menyeka air mata ketika bus tim Argentina bergerak menuju stadion dan disambut ribuan pendukung di sepanjang jalan.

Saat memasuki lapangan, Messi ditemani ketiga anaknya. Sementara itu, istrinya, Antonela Roccuzzo, dan ibunya, Celia Cuccittini, menyaksikan pertandingan dari area VIP.

Tribun kemudian bergemuruh ketika sebuah jersey Argentina berukuran raksasa dibentangkan di lapangan. Jersey tersebut memuat tulisan "Gracias" atau "Terima Kasih" di atas nomor 10 yang selama bertahun-tahun identik dengan Messi.

Momen emosional kembali terjadi ketika Fabio Santana, veteran Perang Falklands, menyanyikan lagu kebangsaan Argentina di samping spanduk bertuliskan "The Malvinas are Argentine". Spanduk tersebut sebelumnya juga dibawa para pemain Argentina setelah menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Dunia.

Penghormatan khusus kemudian dilakukan pada menit ke-10. Pertandingan dihentikan selama satu menit untuk memberikan aplaus kepada Messi, mengikuti nomor punggung yang telah menjadi ciri khasnya.

Tidak lama setelah itu, Messi menyempurnakan malam terakhirnya. Ia mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-71 untuk membawa Argentina unggul 3-0.

Pesan Terakhir dan Penghormatan untuk Messi

Setelah laga selesai, perpisahan berlanjut melalui pertunjukan drone di langit Stadion Monumental. Gambar Messi dan berbagai pesan penghormatan ditampilkan untuk menandai berakhirnya karier internasional sang megabintang.

Keputusan Messi meninggalkan tim nasional datang sekitar dua setengah bulan setelah Argentina gagal mempertahankan gelar di Piala Dunia. Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final di New Jersey, sementara Messi meninggalkan pertandingan dengan penuh kekecewaan.

"Saya telah memberikan segalanya; tidak ada lagi yang tersisa untuk saya berikan, dan selain itu, ada pemain-pemain muda hebat yang sedang berkembang dan pantas mendapatkan kesempatan mereka," tulis Messi setelah pertandingan tersebut.

Sebelum menjalani laga terakhirnya, Messi juga menerima penghargaan akademik dari Universitas Buenos Aires. Ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dalam acara yang digelar di markas Asosiasi Sepak Bola Argentina.

Messi yang sebelumnya pernah mengungkapkan penyesalan karena tidak lebih serius menjalani pendidikan terlihat menikmati penghargaan tersebut.

"Bisa mengatakan bahwa saya seorang doktor kehormatan!" ujarnya sambil bercanda.

Penghormatan kepada Messi tidak hanya datang dari stadion. Di luar markas AFA, para penggemar membentangkan bendera Argentina berukuran besar dengan gambar Messi dan tulisan "The joy of my life".

Neymar, mantan rekan Messi di Barcelona, juga menyampaikan pesan perpisahan melalui media sosial.

"Ini bukan hanya Argentina yang berterima kasih kepadamu, dunia juga berterima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untuk sepak bola. Terima kasih karena telah membuat saya semakin mencintai sepak bola," kata Neymar.

Walaupun telah mengakhiri kiprahnya bersama Argentina, masa depan Messi di level klub belum sepenuhnya berakhir. Ia masih memiliki kontrak dengan Inter Miami hingga 2028.

Namun, setelah sang ayah, Jorge, meninggal dunia dua bulan sebelumnya, Messi sempat membuka kemungkinan untuk mengakhiri karier sepak bolanya lebih cepat dari rencana.

Selama membela Argentina, Messi meninggalkan warisan yang sangat besar. Ia membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2022, sekaligus mengakhiri penantian 36 tahun Argentina untuk meraih gelar dunia ketiga.

Messi juga mempersembahkan dua trofi Copa America pada 2021 dan 2024. Argentina sempat menjadi runner-up Piala Dunia 2014 dan kembali mencapai final pada Piala Dunia 2026.

Keberhasilan tersebut membuat Messi semakin kuat ditempatkan dalam jajaran legenda terbesar sepak bola Argentina, sekaligus meneruskan warisan Diego Maradona.

Bagi sebagian pendukung, keputusan Messi untuk pergi justru dianggap sebagai kesempatan bagi sang bintang menikmati masa setelah sepak bola internasional.

"Saya rasa Messi telah memberikan segalanya, benar-benar segalanya, jadi saya sama sekali tidak keberatan dia pergi. Dia sudah lebih dari layak mendapatkannya, biarkan dia menikmati hidupnya dan beristirahat," kata Cecilia Adriano, 52 tahun.

Dengan pertandingan terakhir tersebut, Messi meninggalkan Timnas Argentina setelah mencatat 208 penampilan dan 126 gol, sekaligus menjadi pemain dengan jumlah penampilan serta gol terbanyak dalam sejarah tim nasional Argentina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....