Pelatih Maroko Tegaskan Tak Ada Konflik dengan Sofyan Amrabat

  • 18 Sep 2026 21:49 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pelatih tim nasional Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan bahwa tidak ada persoalan pribadi antara dirinya dengan Sofyan Amrabat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah gelandang Ajax Amsterdam itu memilih tidak tersedia untuk memperkuat Maroko di bawah kepemimpinan Ouahbi.

Keputusan Amrabat diumumkan pada awal September. Pemain berusia 30 tahun itu menyatakan tidak ingin bermain di bawah Ouahbi, tetapi keputusan tersebut tidak berarti ia mengakhiri karier bersama tim nasional. Amrabat masih membuka kemungkinan kembali membela Maroko pada masa mendatang.

Ouahbi menyebut kontribusi Amrabat untuk tim nasional tetap patut dihargai. Ia menilai sang gelandang merupakan bagian penting dari perjalanan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir.

"Pertama-tama, Sofyan telah memberikan banyak hal untuk tim nasional dan kita harus mengingat hal tersebut. Dia merupakan pemain penting dan menjadi bagian dari sejarah terbaru serta pencapaian sepak bola Maroko," ujar Ouahbi.

Menurut Ouahbi, perbedaan pandangan yang muncul lebih berkaitan dengan porsi bermain. Ia memahami apabila Amrabat merasa tidak mudah menerima berkurangnya menit bermain, terutama karena kini terdapat sejumlah pemain muda yang mulai mendapatkan kesempatan lebih banyak.

"Saya memahami bagaimana perasaannya. Tidak mudah ketika Anda berada di posisinya, sementara pemain-pemain yang lebih muda datang dan mendapatkan lebih banyak waktu bermain. Namun, tidak ada konflik antara Sofyan dan saya, maupun antara dirinya dan staf pelatih. Persoalannya semata-mata mengenai waktu bermain, dan dia harus menerima hal tersebut."

Pelatih Maroko itu sekaligus menjelaskan prinsip yang diterapkannya dalam menentukan pemain. Menurutnya, catatan masa lalu memang menjadi bagian dari penghargaan terhadap seorang pemain, tetapi tidak dapat dijadikan jaminan untuk selalu masuk skuad.

"Dalam sepak bola, pencapaian masa lalu membuat Anda mendapatkan rasa hormat, tetapi tidak memberikan hak istimewa apa pun," kata Ouahbi.

Ia menambahkan, kesempatan memperkuat Maroko tetap terbuka bagi seluruh pemain. Namun, setiap pemain harus bersaing berdasarkan performa yang ditunjukkan saat ini.

"Visi kami adalah memilih pemain berdasarkan kemampuan dan performa terkini. Pintu tidak tertutup bagi siapa pun, tetapi tidak ada seorang pun yang dijamin mendapatkan tempat."

Amrabat sebelumnya menjadi bagian penting dari generasi emas Maroko yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu, ia menjadi salah satu pemain utama di bawah asuhan Walid Regragui.

Namun, situasinya berubah setelah Ouahbi mengambil alih kursi pelatih pada Maret. Peran Amrabat dalam skuad kemudian berkurang, termasuk pada Piala Dunia 2026.

Dalam turnamen yang berakhir dengan kekalahan Maroko dari Prancis tersebut, Amrabat hanya satu kali tampil sebagai starter. Persaingan di lini tengah juga semakin ketat dengan munculnya sejumlah pemain muda.

Salah satu pesaing yang disebut adalah Ayyoub Bouaddi dari Manchester City. Pemain muda tersebut semakin mendapat perhatian dan ikut mempersempit peluang Amrabat untuk memperoleh menit bermain.

Meski demikian, Ouahbi tidak menyatakan pintu tim nasional tertutup bagi mantan pemain Fiorentina tersebut. Prinsip yang diterapkan adalah performa terkini menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan pemain.

Maroko kini bersiap menghadapi agenda berikutnya, yakni kualifikasi Piala Afrika 2027. Tim berjuluk Singa Atlas itu akan menghadapi Gabon pada 25 September.

Empat hari berselang, Maroko dijadwalkan melanjutkan pertandingan dengan menghadapi Lesotho. Dua laga tersebut menjadi bagian awal perjalanan mereka dalam kualifikasi turnamen sepak bola terbesar di Afrika tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....