Jerman di Era Klopp Mulai Berbenah, Hasil Masih Disorot
- 06 Okt 2026 11:52 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perubahan dalam permainan mulai terlihat pada Timnas Jerman sejak Jurgen Klopp mengambil alih kursi pelatih. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil yang diraih Die Mannschaft dalam empat pertandingan internasional pertamanya.
Dilansir dari Reuters, Jerman baru mengantongi satu kemenangan selama periode awal kepemimpinan Klopp. Hasil terbaru didapat saat mereka bermain tanpa gol ketika menghadapi Yunani di Thessaloniki, Minggu malam.
Penunjukan Klopp pada Juli lalu sempat meningkatkan optimisme publik Jerman. Pengalaman pelatih yang pernah menangani Liverpool dan Borussia Dortmund diharapkan mampu membawa perubahan setelah Jerman kembali gagal melangkah jauh di Piala Dunia.
Akan tetapi, perjalanan Klopp belum berjalan mulus. Kemenangan 2-0 atas Serbia menjadi satu-satunya hasil positif. Sebelumnya, Jerman harus mengakui keunggulan Yunani di kandang sendiri, kemudian kembali ditahan imbang 0-0. Hasil lainnya adalah skor 1-1 ketika menghadapi Belanda.
Kondisi tersebut membuat Jerman masih berada di peringkat ketiga Grup A2 dengan lima poin. Belanda dan Yunani sementara memimpin klasemen dengan masing-masing mengumpulkan delapan poin.
Legenda Jerman dan kapten saat menjuarai Piala Dunia 1990, Lothar Matthaeus, melihat masih terdapat sejumlah persoalan yang harus dibenahi dalam permainan tim.
"Secara keseluruhan, terlihat jelas bahwa banyak aspek permainan mereka belum berjalan dengan baik," kata Matthaeus.
Di sisi lain, Matthaeus menilai terdapat perkembangan positif dari para pemain muda yang mulai mendapatkan kesempatan bersama tim senior. Meski demikian, antusiasme tersebut belum menghasilkan perolehan poin yang memuaskan.
"Terlihat jelas bahwa para pemain muda benar-benar menikmati pengalaman tersebut. Sayangnya, poin yang kami dapatkan tidak mencerminkan hal itu. Kami tidak bisa puas dengan perolehan poin tersebut," ujarnya.
Klopp sendiri melihat perkembangan yang ditunjukkan timnya dari sisi permainan. Jerman mulai tampil lebih agresif dan mencoba menerapkan intensitas tinggi ketika menyerang maupun bertahan.
Pelatih asal Jerman tersebut mengaku puas dengan perkembangan yang diperlihatkan anak asuhnya, terutama jika melihat kondisi tim ketika pertama kali dirinya mengambil alih.
"Saya sangat puas karena saya tahu dari mana kami memulai," kata Klopp.
Klopp bahkan mengaku tidak memperkirakan Jerman bisa menunjukkan permainan sebaik itu dalam waktu singkat. Menurutnya, para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik meski baru bekerja bersama dalam waktu terbatas.
"Saya tidak menyangka kami bisa memainkan babak pertama seperti itu hanya setelah satu pekan. Para pemain tampil luar biasa; pergerakan dan posisi mereka sangat bagus," lanjutnya.
Salah satu langkah Klopp dalam membangun kembali tim adalah memberikan ruang lebih besar kepada pemain baru. Ia memanggil total 44 pemain untuk menghadapi rangkaian empat pertandingan Nations League dan membaginya menjadi dua kelompok yang masing-masing berisi 22 pemain.
Dari jumlah tersebut, 16 pemain mendapatkan kesempatan untuk pertama kali memperkuat tim senior Jerman. Strategi tersebut menunjukkan keinginan Klopp untuk memperluas pilihan pemain sekaligus membangun fondasi baru bagi tim nasional.
"Saya sangat terkesan dengan tim ini dan cara mereka menjalani semuanya. Semua pemain menunjukkan kemampuan mereka selama dua pekan terakhir dan membuktikan bahwa mereka pantas dipilih," ujar Klopp.
Ia juga menilai kekompakan ketika bertahan menjadi salah satu kunci agar para pemain dapat menjalankan permainan yang diinginkannya.
"Ketika kami bertahan secara kolektif seperti itu, para pemain benar-benar bisa memainkan sepak bola," tambahnya.
Sejumlah pemain yang baru mendapat kesempatan, termasuk Philipp Treu dan Derry Scherhant, turut mencuri perhatian setelah menjalani debut dengan penampilan yang menjanjikan.
Meski demikian, Klopp masih memiliki pekerjaan besar. Jerman datang ke era baru ini setelah kegagalan di Piala Dunia Juni lalu. Di bawah Julian Nagelsmann, Jerman tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Paraguay.
Hasil tersebut memperpanjang periode sulit Jerman di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, mereka juga gagal melewati fase awal pada edisi 2018 dan 2022. Jerman terakhir kali menjadi juara dunia pada 2014.
Klopp kini dituntut mengubah perkembangan permainan menjadi hasil yang lebih konsisten. Peluang berikutnya datang pada November ketika Jerman menghadapi Serbia pada 13 November, sebelum menjamu Belanda tiga hari kemudian.
Dua pertandingan tersebut akan menjadi ujian penting bagi Klopp untuk menjaga peluang Jerman finis di dua besar Grup A2 sekaligus menunjukkan bahwa perubahan yang mulai terlihat di lapangan dapat menghasilkan poin yang lebih maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....