Xavi Kritik Jadwal Padat Nations League, Khawatir Pemain Cedera

  • 04 Okt 2026 14:00 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pelatih Timnas Belanda, Xavi Hernandez, mempertanyakan format baru kalender pertandingan internasional yang membuat tim nasional harus menjalani empat laga Nations League hanya dalam waktu 11 hari.

Menurut Xavi, kepadatan tersebut berpotensi meningkatkan risiko bagi pemain. Apalagi, mereka juga harus membagi waktu untuk pertandingan, latihan, perjalanan, dan pemulihan fisik.

“Jadwal ini tidak bagus. Bukan hanya untuk tim nasional, tetapi juga bagi klub yang melepas pemainnya dan terkadang harus menerima mereka kembali dalam kondisi cedera,” kata Xavi dalam konferensi pers, Sabtu.

Dampak dari padatnya agenda sudah dirasakan Belanda. Menjelang pertandingan melawan Serbia di Eindhoven, Minggu, Xavi hanya memiliki 23 pemain yang berada dalam kondisi siap bertanding.

Empat pemain, yakni Brian Brobbey, Lutsharel Geertruida, Cody Gakpo, dan Jan Paul van Hecke, harus meninggalkan pemusatan latihan setelah mengalami cedera dalam pertandingan sebelumnya dan kembali ke klub masing-masing.

Xavi menilai waktu pelaksanaan agenda tersebut juga menjadi persoalan. Menurutnya, beban empat pertandingan dalam satu periode internasional terasa semakin berat karena berlangsung tidak lama setelah Piala Dunia.

“Menjadwalkan kalender yang begitu padat hanya tiga bulan setelah Piala Dunia sama saja dengan mencari masalah,” ujar Xavi.

Pelatih asal Spanyol yang mulai menangani Belanda pada Agustus itu menjelaskan bahwa pemain tidak hanya membutuhkan waktu untuk bertanding. Aktivitas perjalanan, sesi latihan, serta pemulihan juga menyita tenaga dan waktu.

“Anda juga memiliki latihan, perjalanan, pemulihan setelah pertandingan dan hal-hal lainnya. Sangat aneh menjadwalkan jeda internasional seperti ini pada tahap musim tersebut,” tambahnya.

Karena itu, Xavi berharap format kalender internasional dapat kembali dikaji. Ia menilai dua pertandingan dalam satu periode akan memberikan ruang yang lebih baik bagi pemain maupun tim.

“Saya lebih memilih kami memainkan dua pertandingan internasional. Itu akan lebih baik bagi semua pihak. Namun, sejauh yang saya tahu, sudah diputuskan sejak lama bahwa kami juga akan memiliki rangkaian empat pertandingan pada periode ini tahun depan,” kata Xavi.

Kritik terhadap format tersebut tidak hanya datang dari Xavi. Pelatih sejumlah negara lain juga menilai perubahan kalender internasional membawa tantangan baru dalam menjaga kondisi pemain.

Juergen Klopp, yang baru menangani Timnas Jerman, bahkan memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam dua skuad berbeda untuk menghadapi padatnya agenda. Namun, performa Jerman dalam rangkaian pertandingan tersebut masih beragam.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel juga melihat adanya risiko ketika pemain harus beradaptasi dengan perbedaan pola latihan dan permainan antara klub serta tim nasional.

“Perubahan dalam latihan, cara bekerja, dan gaya bermain antara tim nasional dan klub pada dasarnya menciptakan risiko tertentu. Format ini justru meningkatkan risiko tersebut, bukan menguranginya,” kata Tuchel.

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente sebelumnya telah menyampaikan pandangan serupa. Pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia tersebut lebih menyukai sistem jeda internasional sebelumnya karena dinilai memberikan waktu istirahat lebih banyak.

“Saya tidak menyukai format baru ini; saya lebih memilih format lama. Format sebelumnya memberi Anda lebih banyak waktu untuk beristirahat. Menurut saya, format itu lebih memperhatikan kesehatan para pemain,” ujarnya.

Setelah periode panjang September-Oktober berakhir, agenda internasional pada November, Maret, dan Juni akan kembali menggunakan pola lama. Ketiga periode tersebut berlangsung selama sembilan hari dengan dua pertandingan.

Namun, perubahan kembali akan terjadi pada September dan Oktober. FIFA telah menetapkan jeda selama 16 hari dengan empat pertandingan untuk periode tersebut hingga 2030. Dengan demikian, persoalan kepadatan jadwal yang dikritik Xavi diperkirakan masih akan menjadi bagian dari kalender internasional beberapa tahun ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....