Xavi Akui Salah Taktik Saat Belanda Tertinggal dari Yunani

  • 02 Okt 2026 18:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Belanda harus puas membawa pulang satu poin dari markas Yunani setelah pertandingan Nations League berakhir 2-2. Tim asuhan Xavi Hernandez tersebut sempat berada dalam posisi sulit setelah kebobolan dua gol pada babak pertama.

Dilansir dari Reuters, hasil imbang itu sekaligus mempertahankan catatan tanpa kekalahan Xavi sejak dipercaya menangani tim nasional Belanda. Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut secara terbuka mengakui bahwa penampilan timnya pada paruh pertama pertandingan jauh dari yang diharapkan.

Yunani memanfaatkan permainan Belanda yang tidak berkembang untuk mencetak dua gol sebelum turun minum. Fotis Ioannidis membuka keunggulan tuan rumah, kemudian Georgios Masouras menggandakan skor.

Belanda baru menunjukkan respons setelah memasuki babak kedua. Virgil van Dijk memperkecil ketertinggalan sebelum Tijjani Reijnders menjadi penyelamat dengan mencetak gol penyama kedudukan satu menit sebelum waktu normal pertandingan selesai.

“Saya tidak pernah senang dengan hasil imbang. Tetapi babak pertama sangat buruk. Itu kesalahan saya sebagai pelatih. Mungkin saya membuat para pemain menjadi tidak jelas dengan melakukan terlalu banyak perubahan,” kata Xavi.

Pelatih Belanda tersebut langsung melakukan tiga pergantian pemain pada awal babak kedua. Perubahan itu membuat permainan Belanda menjadi lebih agresif dan tekanan terhadap pertahanan Yunani meningkat.

Xavi juga mengakui kesalahan tersebut kepada para pemainnya ketika berada di ruang ganti. Ia meminta tim melupakan penampilan pada babak pertama dan memperbaiki pendekatan permainan setelah jeda.

“Saya hanya berusaha jujur, karena memang seperti itulah saya. Saat jeda, saya mengatakan hal yang sama kepada para pemain: maaf, karena menurut saya ini adalah kesalahan saya. Lupakan babak pertama, sekarang kami akan menyusun kembali permainan pada babak kedua,” ujar Xavi.

Ryan Gravenberch, Noa Lang, dan Reijnders kemudian memberikan energi baru bagi Belanda. Namun, menurut Xavi, kebangkitan timnya bukan semata-mata karena pemain pengganti, melainkan juga perubahan sistem yang diterapkan.

Belanda mengubah bentuk permainan di lini tengah dengan menggunakan formasi berlian. Perubahan tersebut membuat ruang permainan lebih terbuka dan memberi kesempatan bagi para pemain untuk mengalirkan bola dengan lebih cepat.

“Saya pikir yang paling penting adalah sistemnya berbeda. Kami bermain dengan berlian di lini tengah, dan itu menciptakan lebih banyak peluang. Lapangan menjadi lebih terbuka dan kami memiliki kecepatan lebih ketika menguasai bola,” jelasnya.

Belanda selanjutnya akan menutup rangkaian pertandingan pada jeda internasional kali ini dengan menghadapi Serbia. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Eindhoven pada Minggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....