Statistik Performa Fisik Manchester United Jadi Sorotan di Awal Musim
- 22 Sep 2026 16:31 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Manchester United menghadapi persoalan lain di tengah hasil yang belum sesuai harapan pada awal musim Premier League 2026/2027. Kali ini, sorotan tertuju pada statistik aktivitas fisik para pemain yang menunjukkan United berada di posisi terbawah dalam sejumlah kategori lari.
DIlansir dari Reuters, data yang dihimpun GeniusIQ dan dilaporkan Sky Sports menunjukkan Manchester United menempati peringkat ke-20 Premier League dalam empat indikator. Kategori tersebut meliputi jarak yang ditempuh dengan intensitas tinggi, durasi aktivitas pada intensitas tinggi, jumlah sprint, serta total waktu yang digunakan untuk berlari sprint.
Catatan tersebut menambah perhatian terhadap kemampuan United mempertahankan intensitas permainan. Sebelumnya, tim asuhan Michael Carrick juga mendapat sorotan setelah hanya bermain imbang 1-1 ketika bertandang ke markas Fulham pada Minggu.
United sebenarnya memasuki musim ini dengan ekspektasi tinggi setelah Carrick berhasil membawa klub tersebut finis di peringkat ketiga Premier League musim lalu. Namun, perjalanan musim baru belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, bahkan secara khusus mengkritik penampilan tim saat menghadapi Fulham. Ia menyoroti periode 15 menit pada babak kedua ketika menurutnya para pemain United tidak menunjukkan usaha yang cukup.
"Saya sudah menyaksikan Manchester United sejak usia lima tahun dan itu adalah 15 menit terburuk yang pernah saya lihat. Saya belum pernah melihat usaha yang begitu minim," kata Neville.
Meski demikian, data jarak tempuh tidak dapat dijadikan satu-satunya penentu kualitas sebuah tim. Manchester City yang berada di puncak klasemen Premier League tercatat sebagai satu-satunya tim yang telah menempuh jarak lebih jauh dibandingkan Manchester United sepanjang musim ini.
Namun, persoalan United tidak hanya terlihat pada jarak yang ditempuh. Dalam kategori persentase waktu berjalan ketika tidak menguasai bola, United juga berada di papan bawah, tepatnya peringkat ke-17.
Catatan tersebut kemudian dikaitkan dengan cara United bertahan ketika kehilangan penguasaan bola. Tim dinilai belum cukup agresif memberikan tekanan dan beberapa kali terlihat pasif ketika lawan mengendalikan permainan.
Pertandingan melawan Fulham memberikan gambaran tambahan. Sepanjang laga, Manchester United tercatat berlari sejauh 6,6 kilometer lebih sedikit dibandingkan tim tuan rumah.
Penyerang United, Matheus Cunha, yang menjadi pencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan, juga mengakui bahwa lawan mampu menunjukkan energi yang lebih besar setelah jeda.
"Pada awal babak kedua mereka bermain dengan energi yang lebih besar daripada kami dan kami tidak bisa menerima hal tersebut. Kami selalu bermain lebih baik setelah kebobolan dan hal seperti ini tidak boleh terjadi," kata Cunha.
Hasil imbang di Fulham membuat Manchester United mengoleksi lima poin dari lima pertandingan Premier League. Setan Merah kini menempati posisi ke-12 klasemen sebelum memasuki jeda internasional selama tiga pekan.
Masa jeda tersebut memberikan kesempatan bagi Carrick untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang muncul pada awal musim. Selain membenahi hasil pertandingan, aspek intensitas dan aktivitas fisik pemain juga menjadi bagian yang mendapat perhatian.
Dengan statistik lari yang berada di posisi terbawah dalam sejumlah kategori penting, Manchester United memiliki pekerjaan yang perlu dibenahi sebelum kompetisi kembali bergulir. Catatan tersebut sekaligus menjadi tambahan tekanan bagi Carrick untuk membuat timnya tampil lebih konsisten setelah jeda internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....