Manchester City Menang 5-3 atas Sunderland, Pertahanan Jadi Sorotan
- 21 Sep 2026 13:20 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Manchester City mempertahankan posisi teratas klasemen Premier League setelah mengalahkan Sunderland dengan skor 5-3 di Etihad Stadium, Minggu, 20 September 2026. Kemenangan tersebut membuat City unggul tiga poin dari pesaing terdekat sekaligus mempertahankan rekor sempurna setelah lima pertandingan.
Dilansir dari Reuters, meski berhasil mencetak lima gol, kemenangan itu tidak sepenuhnya membuat Enzo Maresca puas. Pelatih asal Italia tersebut justru memiliki sejumlah catatan terhadap performa timnya, terutama di sektor pertahanan.
City memang tampil produktif di depan gawang. Antoine Semenyo menyumbangkan dua gol, sedangkan Rayan Cherki dan Enzo Fernandez juga masuk daftar pencetak gol. Bagi Fernandez, gol tersebut menjadi torehan pertamanya bersama City setelah mencetak gol melalui tendangan bebas yang mengarah ke sisi dalam tiang dekat.
Erling Haaland kemudian memastikan City menjauh pada penghujung pertandingan. Gol tersebut sekaligus menambah catatan penting dalam perjalanan kariernya di Premier League.
Haaland kini tercatat sudah mampu mencetak gol ke gawang seluruh 25 klub Premier League yang pernah menjadi lawannya.
Namun, produktivitas lini depan harus dibayar dengan penampilan pertahanan yang jauh dari kata meyakinkan. Sunderland berkali-kali berhasil menemukan celah dan memberikan tekanan kepada lini belakang tuan rumah.
Brian Brobbey menjadi pemain yang paling merepotkan pertahanan City. Penyerang Sunderland itu mencetak hat-trick dan bahkan meninggalkan lapangan sambil membawa bola pertandingan yang diselipkan di balik bajunya.
Ruben Dias menjadi salah satu pemain City yang mengalami kesulitan menghadapi Brobbey. Bek tersebut bahkan hampir mencetak gol bunuh diri ketika berusaha menghalau bola yang justru nyaris masuk ke gawang sendiri.
Dias akhirnya berhasil mengejar bola dan membuangnya tepat sebelum melewati garis gawang.
Masalah pertahanan juga terlihat dari performa Josko Gvardiol yang menjalani laga sulit sebagai bek kiri. Sementara itu, Gianluigi Donnarumma beberapa kali harus melakukan penyelamatan dalam situasi yang cukup berbahaya.
Statistik pertandingan turut memperlihatkan bahwa Sunderland mampu memberikan perlawanan serius. Tim tamu melepaskan 17 tembakan, sementara City hanya mencatat 16 percobaan.
Dari jumlah tersebut, Sunderland juga lebih unggul dalam tembakan tepat sasaran. Mereka mencatat sembilan tembakan on target, tiga lebih banyak dibandingkan City.
Bahkan, Sunderland nyaris mencetak gol tambahan pada detik-detik akhir pertandingan. Daniel Ballard melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang setelah kembali terjadi kesalahan dalam pertahanan City.
Situasi tersebut menjadi peringatan bagi Maresca. Jika lawan mendapatkan terlalu banyak kesempatan, City berpotensi menghadapi persoalan yang lebih besar ketika berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kualitas serangan lebih tinggi.
"Sejujurnya, saya lebih memilih menang 1-0 daripada 5-3. Saya selalu merasa khawatir. Saya selalu berusaha melihat apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik. Tentu saja, dua dari tiga gol yang kami kebobolan seharusnya bisa dihindari dengan lebih mudah.
"Tetapi di sisi lain, kami mencetak lima gol dan mungkin seharusnya bisa mencetak dua atau tiga gol lagi," kata Maresca.
Maresca juga menyadari bahwa mengontrol pertandingan tidak hanya bergantung pada kemampuan City sendiri. Tim lawan memiliki cara untuk mengganggu penguasaan bola dan memaksa City bertahan dalam situasi tertentu.
"Tentu saja kami bisa mengontrol pertandingan dengan lebih baik dan mempertahankan penguasaan bola, itu tidak diragukan lagi. Tetapi ada juga tim lawan yang tentu tidak ingin membiarkan kami mengendalikan pertandingan," ujar Maresca.
Bagi Maresca, jeda internasional selama tiga pekan memberikan waktu yang cukup untuk mengevaluasi performa tim. City kini berada di posisi yang diinginkan setelah mengawali musim dengan lima kemenangan dari lima pertandingan.
Meski demikian, sang pelatih ingin menggunakan masa jeda tersebut untuk memperbaiki kelemahan sebelum kompetisi kembali bergulir dan persaingan perebutan gelar semakin ketat.
"Jeda internasional ini bagus karena kami bisa mengevaluasi apa yang sudah kami lakukan dan apa yang masih bisa kami perbaiki. Tetapi pada saat yang sama, kami juga bisa sedikit lebih rileks," kata Maresca.
Dengan lini serang yang terus produktif, Manchester City masih menjadi salah satu tim paling berbahaya di Premier League. Namun, kemenangan atas Sunderland juga memperlihatkan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Maresca di lini pertahanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....