Newcastle Resmi Tunjuk Matthias Jaissle Gantikan Eddie Howe
- 06 Agt 2026 23:56 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Newcastle United memasuki babak baru dengan menunjuk Matthias Jaissle sebagai pelatih kepala menggantikan Eddie Howe. Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu, 5 Agustus 2026 pada waktu setempat, dan pelatih asal Jerman itu langsung bergabung dengan skuad yang sedang menjalani agenda pramusim di La Manga, Spanyol.
DIlansir dari Reuters, sebelum menerima tantangan di Liga Inggris, Jaissle membangun reputasi bersama klub Arab Saudi, Al-Ahli. Di bawah arahannya, tim tersebut berhasil mengoleksi dua gelar Liga Champions Asia secara beruntun, pencapaian yang semakin mengangkat namanya sebagai salah satu pelatih muda potensial di Eropa.

Mengawali perjalanannya di St James' Park, Jaissle mengaku bangga dipercaya menangani klub dengan sejarah panjang dan basis pendukung yang besar.
| Baca juga: Babak 16 Besar UCL Hadirkan Laga Besar |
"Merupakan sebuah kehormatan luar biasa bisa menjadi pelatih kepala Newcastle United. Ini adalah salah satu klub terbesar di sepak bola Eropa dengan sejarah, identitas, dan basis pendukung yang luar biasa. Saya sangat antusias merasakan langsung gairah dan kedekatan yang dimiliki klub ini."
Ia juga mengungkapkan bahwa visi jangka panjang Newcastle menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran tersebut.
"Ketika Newcastle United datang memberikan kesempatan, Anda tentu akan memperhatikannya. Ambisi klub, visi untuk masa depan, dan peluang yang ada membuat saya yakin ini adalah tempat yang sangat menarik untuk melanjutkan karier."
Jaissle mengambil alih kursi yang sebelumnya ditempati Eddie Howe. Selama hampir lima tahun memimpin Newcastle, Howe berhasil mengubah wajah klub secara signifikan. Ia membawa The Magpies keluar dari ancaman degradasi, mengantarkan mereka dua kali tampil di Liga Champions, sekaligus mempersembahkan trofi Piala Liga Inggris 2025 yang mengakhiri penantian panjang selama tujuh dekade untuk meraih gelar domestik.
Pergantian pelatih terjadi ketika Newcastle tengah menghadapi berbagai persoalan. Klub hanya mampu mengakhiri musim lalu di posisi ke-12 klasemen Liga Inggris, sementara sejumlah pemain inti telah meninggalkan tim. Anthony Gordon dan Sandro Tonali telah hengkang, sedangkan kapten Bruno Guimaraes dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Arsenal.
Meski usianya baru 38 tahun, Jaissle telah dikenal luas berkat filosofi permainan menyerang yang mengandalkan tekanan tinggi, transisi cepat, serta organisasi tim yang disiplin. Saat melatih Red Bull Salzburg, ia sukses mempersembahkan dua gelar Liga Austria sebelum melanjutkan karier ke Al-Ahli.
Kesamaan kepemilikan antara Newcastle dan Al-Ahli yang berada di bawah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi turut memperlancar kepindahan Jaissle. Manajemen meyakini pendekatan modern yang dimilikinya mampu membangkitkan kembali performa klub.
Namun, pekerjaan yang menantinya tidaklah ringan. Selain harus mengisi kekosongan yang ditinggalkan Howe, Jaissle juga harus membangun kembali kekuatan tim setelah kehilangan sejumlah pilar penting. Sebelumnya, Alexander Isak telah lebih dulu meninggalkan Newcastle menuju Liverpool melalui transfer senilai sekitar 125 juta pound sterling, yang menjadi salah satu rekor terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Persiapan menuju musim baru pun belum berjalan sesuai harapan. Newcastle baru saja menelan kekalahan telak 1-4 dari Bristol City dalam pertandingan uji coba, memperlihatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Meski demikian, jajaran petinggi klub tetap optimistis. Mereka menilai penunjukan Jaissle merupakan bagian dari proyek jangka panjang untuk membawa Newcastle kembali bersaing di kelompok elite Liga Inggris.
Ujian perdana Jaissle akan langsung menghadirkan tantangan besar. Ia dijadwalkan memimpin Newcastle menjalani laga resmi pertama musim ini pada 23 Agustus, saat menjamu juara bertahan Liga Inggris, Liverpool, di St James' Park.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....