FIFA Berencana Jual Saham Bisnis Piala Dunia, UEFA “Sepak Bola Bukan untuk Dijual”
- 30 Jul 2026 09:47 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino mengumumkan rencana membentuk perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola berbagai aset bisnis kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Melalui perusahaan tersebut, FIFA berencana menawarkan hingga 20 persen saham kepada investor swasta.
Perusahaan baru itu diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$20 miliar, sehingga penjualan saham minoritas berpotensi menghasilkan dana hingga US$4,2 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas investasi dan pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
FIFA menegaskan bahwa langkah ini tidak berarti menjual Piala Dunia maupun kendali atas sepak bola. Investor hanya akan memiliki kepemilikan minoritas di perusahaan yang mengelola aspek komersial, seperti hak siar, sponsor, penjualan tiket, lisensi, serta penyelenggaraan berbagai turnamen FIFA. Sementara itu, seluruh keputusan mengenai regulasi, kalender pertandingan, hingga penyelenggaraan kompetisi tetap berada di bawah kewenangan penuh FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut skema tersebut sebagai cara untuk memperkuat pendanaan sepak bola global. Melalui tambahan modal dari investor, FIFA menargetkan peningkatan bantuan bagi 211 asosiasi anggota guna membangun infrastruktur, mengembangkan pembinaan usia muda, serta memperluas akses terhadap sepak bola di berbagai negara.
Namun, rencana tersebut langsung menuai penolakan dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu menilai FIFA terlalu mengomersialkan aset paling berharga dalam olahraga tersebut. UEFA bahkan menyatakan bahwa “sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual”, seraya mengkritik minimnya transparansi dalam penyusunan proposal tersebut.
Laporan sejumlah media internasional menyebut kelompok investasi Thrive Eternal, yang dipimpin Joshua Kushner, menjadi calon investor utama dengan dukungan JPMorgan sebagai penasihat transaksi. Meski demikian, proposal ini masih harus mendapat persetujuan dari Dewan FIFA serta mayoritas dari 211 asosiasi anggota sebelum dapat direalisasikan.
Apabila disetujui, langkah ini akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam model bisnis FIFA. Di satu sisi, organisasi tersebut akan memperoleh suntikan dana miliaran dolar untuk mempercepat pengembangan sepak bola dunia. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa keterlibatan investor swasta dapat memperbesar pengaruh kepentingan bisnis dalam pengelolaan olahraga paling populer di dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....