BP Batam Siapkan Kolam Retensi Atasi Banjir di Bengkong pada 2027
- 05 Okt 2026 22:34 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam menyiapkan tiga infrastruktur utama untuk mengatasi banjir di kawasan Bengkong Indah Swadebi. Proyek yang direncanakan masuk anggaran 2027 itu meliputi kolam retensi, kanal banjir, dan rumah pompa.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penanganan banjir di kawasan tersebut tidak cukup dilakukan dengan memperbaiki drainase. Karena itu, pemerintah menyiapkan sistem pengendalian air yang mencakup bagian hulu hingga hilir.
“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh,” kata Amsakar saat memimpin rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Senin, 5 Oktober 2026.
Kolam retensi akan dibangun di kawasan Cahaya Garden, sementara dua segmen kanal banjir dan rumah pompa disiapkan di bagian hilir Bengkong. Ketiga pekerjaan tersebut akan menjadi prioritas BP Batam dan Pemko Batam pada tahun anggaran 2027.
Amsakar meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemko Batam berkoordinasi dengan Deputi Infrastruktur BP Batam untuk memastikan rancangan dan pelaksanaan proyek tersebut berjalan terintegrasi.
“Dengan solusi kolam retensi, kanal banjir dan rumah pompa, persoalan genangan di kawasan tersebut diharapkan dapat tertangani dengan optimal,” ujarnya.
Secara keseluruhan, BP Batam dan Pemko Batam mengalokasikan anggaran untuk penanganan 167 titik prioritas banjir pada tahun anggaran 2026 dan 2027. Pemerintah menyatakan penanganan dilakukan bertahap berdasarkan tingkat kerentanan masing-masing kawasan.
Sementara itu, empat proyek penanganan banjir yang telah berjalan kini mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai akhir 2026. Pekerjaan tersebut mencakup normalisasi dan peningkatan drainase Simpang Kepri Mall, drainase Sei Beduk, drainase Jalan R. Suprapto di kawasan Sawang Permai Batu Aji, serta drainase Makam Pahlawan hingga RS Graha Hermine Batu Aji.
Amsakar mengatakan pekerjaan di empat lokasi itu mulai menunjukkan hasil. Saat hujan berintensitas tinggi selama sekitar dua jam pada 22 September lalu, kawasan tersebut tidak mengalami luapan seperti yang sebelumnya dikhawatirkan.
“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....