Minggu Migran 2026 Bahas Persoalan Migran Pelaut dan Pengungsi
- 25 Sep 2026 06:15 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 di Batam membahas persoalan pekerja migran, pelaut, dan pengungsi dalam kerangka migrasi yang aman dan teratur.
Ketua Panitia Cosmas Eko Suharyanto mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada forum diskusi, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian Minggu Migran yang dilaksanakan Stella Maris Batam, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Cosmas, kegiatan Minggu Migran di Stella Maris Batam telah dimulai sejak 2025. Pada tahun berikutnya, kegiatan kembali dilaksanakan dengan seminar serta rangkaian kegiatan keagamaan.
| Baca juga: Info Cuaca Batam - Minggu, 9 Agustus 2026 |
Ia mengatakan isu yang dibahas dalam seminar berkaitan dengan kondisi migran, termasuk mereka yang bekerja sebagai pelaut. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian karena pekerja di sektor kelautan menghadapi kondisi kerja lintas negara.
“Terakhir kami perlu sampaikan bahwa nanti acara dibagi menjadi dua agenda utama, yaitu seminar internasional dilanjutkan kita berdoa untuk para migran, khususnya para migran pelaut melalui ekaristi,” kata Cosmas.
Cosmas menyebut peserta seminar berasal dari sejumlah kelompok yang selama ini berkaitan dengan isu migrasi. Di antaranya aktivis, organisasi masyarakat sipil, perwakilan organisasi keagamaan, SMK pelayaran, serta organisasi yang bergerak dalam isu migran.
Menurut dia, keberagaman peserta juga memperlihatkan bahwa persoalan migrasi tidak hanya berkaitan dengan satu sektor. Persoalan tersebut menyentuh aspek ketenagakerjaan, perlindungan manusia, keselamatan pelaut, serta kondisi keluarga migran.
“Dari seribu lima ratus tiga tersebut terdiri dari para aktivis di antara dari Migrant Care, CSO, dari bapak-bapak ibu perwakilan paroki, dari stakeholder para organisasi yang terkait migran, SMK Pelayaran dan kemudian bapak ibu dari gereja-gereja PGI,” ujarnya.
Pembahasan dalam seminar kemudian berkembang pada persoalan perdagangan orang dan keberangkatan pekerja migran secara non-prosedural. Kepolisian memaparkan tantangan pengawasan di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki banyak jalur keluar menuju negara lain.
Selain itu, perlindungan pekerja migran di sektor kelautan juga menjadi bagian dari pembahasan. Pemerintah menjelaskan sejumlah instrumen perlindungan yang berkaitan dengan awak kapal migran serta persiapan penerapan Konvensi 188 tentang pekerjaan di sektor perikanan.
Dengan demikian, seminar tersebut menempatkan isu migrasi dalam pembahasan yang lebih luas, mulai dari pencegahan keberangkatan non-prosedural hingga perlindungan pekerja setelah berada di negara tujuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....