Kesalahan Pemberitaan Dapat Memengaruhi Kepercayaan Publik
- 17 Sep 2026 15:29 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kepercayaan masyarakat terhadap media berkaitan dengan konsistensi media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut menjadi tantangan ketika masyarakat menerima informasi dari berbagai platform dalam waktu yang hampir bersamaan.
Dosen Digital Public Relations Telkom University, Slamet Parsono, mengatakan kepercayaan publik tidak terbentuk hanya karena sebuah media pernah menyampaikan informasi yang benar. Kepercayaan dibangun melalui konsistensi dalam pemberitaan. Hal itu disampaikannya dalam dialog program Batam Menyapa PRO 1 RRI Batam secara daring, Jumat, 11 September 2026.
“Jadi kepercayaan itu terbentuk karena memang masyarakat itu secara berulang kali melihat atau mendengar atau menerima informasi bahwa media tersebut memang akurat, transparan, independen dan bertanggung jawab,” kata Slamet.
Menurut Slamet, cara media menangani kesalahan juga menjadi bagian yang dapat dilihat oleh masyarakat. Ketika terjadi kekeliruan, media perlu memiliki tanggung jawab untuk memberikan koreksi terhadap informasi yang telah disampaikan.
Ia menjelaskan kesalahan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk kesalahan nama, usia, maupun lokasi kejadian. Meskipun terlihat kecil, kesalahan tersebut tetap dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap sebuah peristiwa.
Slamet mengatakan persoalan lain muncul karena masyarakat cenderung lebih mudah mengingat informasi pertama yang diterima. Ketika informasi tersebut kemudian dikoreksi, informasi awal yang sudah terlanjur diterima belum tentu hilang dari ingatan publik.
Karena itu, proses verifikasi sebelum informasi dipublikasikan menjadi penting. Media perlu memastikan informasi yang disampaikan sudah memiliki dasar yang cukup agar kesalahan tidak menyebar kepada masyarakat.
“Betul harus mengakui kesalahan. Justru dimulai dari diri sendiri dulu media sendiri juga dari kedisiplinan jurnalis dari rasa tanggung jawab si media yang secara konsistensi itu pasti akan membangun sebuah kepercayaan daripada masyarakat,” ujar Slamet.
Menurutnya, koreksi terbuka merupakan salah satu bentuk tanggung jawab media ketika terjadi kesalahan. Publik dapat melihat bagaimana sebuah media memperlakukan kesalahan yang terjadi dalam pemberitaannya.
Slamet juga mengatakan media profesional memiliki peran ketika masyarakat menghadapi informasi yang ramai di media sosial tetapi belum tentu benar. Media dapat menjadi sumber informasi yang melakukan pemeriksaan terhadap informasi tersebut.
Dalam kondisi arus informasi yang semakin cepat, kepercayaan publik perlu dibangun melalui akurasi, transparansi, independensi, dan tanggung jawab. Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemberitaan yang benar, tetapi juga bagaimana media memperbaiki kesalahan ketika kekeliruan terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....