Wali Kota Soroti Dampak Migrasi terhadap Persoalan Ketenagakerjaan Batam

  • 17 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyoroti tingginya arus migrasi sebagai salah satu faktor yang memengaruhi persoalan ketenagakerjaan di Batam, Jumat, 11 September 2026. Menurutnya, pertambahan penduduk akibat migrasi ikut meningkatkan kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan.

Amsakar menyebut Batam menjadi salah satu daerah dengan arus migrasi tinggi di Indonesia. Data yang disampaikannya menunjukkan posisi Batam berada di peringkat kelima pada 2025 dan meningkat pada 2026.

“Problem ketenagakerjaan Batam ini antara lain itu disebabkan oleh tingginya arus migrasi yang masuk ke Batam,” kata Amsakar.

Ia mengatakan persoalan migrasi menjadi tantangan bagi pemerintah karena pendatang juga memiliki hak untuk bekerja. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui pembatasan.

Amsakar menilai pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menyediakan lapangan kerja yang memadai. Pada saat yang sama, tenaga kerja lokal perlu memperoleh akses yang lebih besar terhadap kesempatan kerja.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan Pemko Batam mendorong kesepakatan dengan perusahaan. Pemerintah berharap perusahaan memberikan prioritas kepada masyarakat lokal dalam proses perekrutan.

Amsakar juga mengingatkan bahwa tingginya pengangguran jika tidak ditangani dapat menimbulkan persoalan sosial. Karena itu, intervensi pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja.

“Kalau tidak ada keberpihakan pemerintah dalam ikhtiar untuk menyelesaikan, meminimalisir tingkat pengangguran terbuka ini maka kita tidak ingin Batam justru akan lebih meningkat tingkat kriminalitasnya,” ujar Amsakar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....