Hari Ozon Sedunia

  • 16 Sep 2026 09:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Hari Ozon Sedunia yang diperingati setiap 16 September berkaitan dengan penandatanganan Protokol Montreal pada 1987. Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dunia dalam mengurangi penggunaan zat-zat yang dapat merusak lapisan ozon.

Di antara sosok penting di balik pemahaman tentang kerusakan ozon adalah F. Sherwood Rowland dan Mario Molina. Kedua Ilmuwan Amerika Serikat tersebut menemukan bahwa klorofluorokarbon (CFC) dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon.

Temuan mereka berkontribusi terhadap lahirnya Protokol Montreal dan perkembangan ilmu kimia atmosfer.

Keberadaan ozon di atmosfer Bumi pertama kali diidentifikasi oleh fisikawan Prancis Charles Fabry dan Henri Buisson pada 1913. Mereka menemukan adanya radiasi ultraviolet Matahari yang hilang pada panjang gelombang tertentu.

Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, mereka menemukan fakta bahwa radiasi yang terserap tersebut diketahui berkaitan dengan keberadaan ozon di atmosfer.

Penelitian mengenai ozon terus berkembang melalui sejumlah ilmuwan, termasuk GMB Dobson yang mengembangkan alat untuk mengukur ozon dari permukaan Bumi.

Mekanisme pembentukan ozon di stratosfer sendiri dijelaskan oleh fisikawan Inggris Sydney Chapman pada 1930. Ozon terbentuk ketika radiasi ultraviolet memecah molekul oksigen, lalu atom oksigen yang dihasilkan bergabung dengan molekul oksigen lainnya.

Melalui peringatan Hari Ozon Sedunia ini, masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lapisan ozon yang menjadi pelindung Bumi dari radiasi ultraviolet. Perintatan ini juga menjadi kampanye untuk mengingatkan masyarakat Dunia bahwa upaya melindungi Bumi membutuhkan kerja sama dan komitmen dari seluruh pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....