RRI.CO.ID, Batam – Setiap tanggal 21 September juga ditandai sebagai Hari Rasa Syukur Sedunia. Peringatan ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, menghargai berbagai berkah yang dimiliki, serta mengingat orang-orang yang memberikan arti dalam kehidupan kita.
Melalui peringatan ini, setiap orang didorong mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus menumbuhkan budaya saling menghargai dan berbuat baik. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan yaitu dengan meluangkan waktu menulis catatan terima kasih, memberikan pujian yang tulus, atau menjadi sukarelawan.
| Baca juga: Hari Insinyur Sedunia |
Bersyukur merupakan sebuah praktik yang bisa dilakukan oleh semua orang dan bisa menghadirkan dampak positif bagi kehidupan. Peringatan Hari Rasa Syukur Sedunia sendiri bermula dari tahun 1965 dan diciptakan oleh Sri Chinmoy yang merupakan seorang pemimpin spiritual dan guru meditasi.
Gagasan Chinmoy untuk menciptakan Hari Rasa Syukur Sedunia muncul saat makan malam Thanksgiving di ruang meditasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada agenda tersebut, Chinmoy mengusulkan ide hari libur rasa syukur global.
Tamu yang hadir dalam agenda makan malam tersebut berjanji untuk mengadakan acara di negara asal mereka setiap tahun pada hari libur tersebut. Setahun setelahnya, pada tahun 1966, banyak negara mulai merayakan Hari Syukur Sedunia tahunan pertama pada tanggal 21 September.
Sejak saat itu, Hari Rasa Syukur Sedunia telah dirayakan setiap tahun. Pada tahun 1977, sebuah kelompok pengikut Chinmoy yang mengelola ruang meditasi di markas besarnya di New York, meminta agar sebuah resolusi disahkan untuk mengakui Hari Syukur Sedunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....