Ombudsman Kepri Desak SPAM Batam Percepat Penanganan Krisis Air Bersih
- 08 Sep 2026 13:27 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ombudsman RI mendesak pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam mempercepat penanganan gangguan distribusi air bersih yang masih dialami warga di sejumlah kawasan Kota Batam.
Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengatakan pemulihan pasokan air belum berjalan optimal setelah kerusakan pipa distribusi di kawasan Batamindo pada 29 Agustus 2026. Salah satu kondisi terparah ditemukan di Perumahan Taman Sari Hijau, Tiban Baru.
"Saat kami melakukan pemantauan pada 1 September lalu, pasokan air di kawasan tersebut masih mati total. Warga menyebut air mengalir sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 WIB, sementara pada siang dan sore hari air tidak mengalir," ujar Lagat, Selasa 8 September 2026.
Lagat melanjutkan, gangguan juga ditemukan di kawasan Sei Lekop. Warga mengalami gangguan pasokan hingga empat hari dan air hanya mengalir terbatas mulai sekitar pukul 22.30 WIB. Kondisi diperparah dengan tekanan air yang lemah, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah lebih tinggi.
Sementara itu, aliran air di Tiban Tiga, Tanjung Sengkuang, serta Perumahan Dreamland Marina Tanjung Riau masih terbatas dan umumnya baru mengalir pada dini hari.
Di Sagulung Berseri, pasokan mulai mengalir secara bertahap sejak 1 September sekitar pukul 10.00 WIB, namun warga di lokasi yang lebih tinggi masih belum mendapatkan aliran air.
Menurut Lagat, persoalan tersebut harus segera ditangani karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. SPAM Batam, sebagai badan usaha di bawah BP Batam, diminta memperkuat pengawasan terhadap operatornya, Air Batam Hilir, sekaligus mempercepat distribusi air melalui tangki ke wilayah yang masih mengalami gangguan.
“Air itu adalah kebutuhan dasar dan ketentuan perundang-undangan mewajibkan itu berjalan selama 24 jam setiap hari,” kata Lagat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....