Dampak Erupsi Anak Krakatau, 21 Penerbangan Batam-Jakarta Dibatalkan

  • 07 Sep 2026 07:29 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau pada Sabtu lalu berdampak terhadap operasional penerbangan dari dan menuju sejumlah bandara, termasuk penerbangan yang menghubungkan Batam dengan Jakarta.

PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) menyebut terdapat 21 penerbangan rute Batam-Jakarta dan sebaliknya yang mengalami pembatalan hingga Minggu. Penyesuaian jadwal dilakukan menyusul kondisi di wilayah terdampak erupsi serta penghentian sementara operasional di sejumlah bandara.

Berdasarkan informasi resmi yang diterima PT BIB pada Minggu pukul 06.00 WIB, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional penerbangan pada pukul 05.30 hingga 09.30 WIB. Sementara Bandara Internasional Radin Inten II menghentikan operasional pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Dampak terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam tercatat pada rute Jakarta-Batam dan Batam-Jakarta. Untuk rute Jakarta menuju Batam, penerbangan Super Air Jet IU-850 dan Citilink Indonesia QG-940 mengalami pembatalan.

Sementara dari Batam menuju Jakarta, penerbangan Batik Air ID-6863, Super Air Jet IU-851, dan Citilink Indonesia QG-941 juga dibatalkan.

Direktur Utama PT BIB Annang Setia Budhi mengatakan manajemen bandara meningkatkan koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak perubahan maupun pembatalan penerbangan terhadap calon penumpang.

“Manajemen meningkatkan koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait, melakukan pemantauan arus penumpang secara berkala, serta mengoptimalkan kesiapan fasilitas dan personel pendukung di area terminal,” ujar Annang, Minggu 6 September 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan calon penumpang memperoleh informasi mengenai kondisi penerbangan serta pelayanan dan bantuan yang diperlukan selama berada di terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

PT BIB mengatakan operasional penerbangan masih terus dipantau seiring perkembangan kondisi erupsi. Penyesuaian penerbangan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta informasi resmi dari otoritas penerbangan.

Perusahaan mengimbau calon penumpang untuk memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara, terutama terkait kemungkinan perubahan jadwal, keterlambatan maupun pembatalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....