Talenta Teknologi Batam Didorong Bangun Portofolio dan Mandiri

  • 06 Sep 2026 00:52 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pengembangan talenta di bidang teknologi tidak cukup hanya melalui proses pembelajaran. Kemampuan yang dimiliki perlu diwujudkan dalam karya dan pengalaman yang dapat menjadi portofolio, sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja maupun usaha.

Program Director Infinite Learning Indonesia, Ari Nugrahanto, menyampaikan hal tersebut dalam Batam Tech Community Meetup di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Ari, portofolio menjadi salah satu cara bagi talenta untuk menunjukkan kemampuan yang telah mereka miliki. Karya yang dihasilkan dapat menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa ketika mencari pekerjaan atau mengembangkan peluang usaha.

“Kita selalu mempromosikan talenta-talenta kita ya baik build portofolionya maupun dia punya kelebihan apapun.”

Ia menilai proses pengembangan talenta juga perlu memberikan ruang bagi individu untuk menemukan dan mengembangkan kelebihan masing-masing. Karena itu, lingkungan belajar dan komunitas tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk menghasilkan karya dan membangun pengalaman.

Dalam proses tersebut, Ari menekankan pentingnya kesempatan bagi talenta untuk berkembang di luar lingkungan tempat mereka belajar. Menurutnya, komunitas justru perlu membantu anggota agar mampu mengambil peluang yang lebih luas ketika sudah memiliki kemampuan yang cukup.

Hal itu ia gambarkan melalui istilah “mentas”, yang menurutnya menjadi bagian dari pola pengembangan talenta. Talenta tidak diarahkan untuk terus bergantung pada komunitas, melainkan dipersiapkan agar mampu melanjutkan perjalanan secara mandiri.

“Mentas itu artinya kita tidak pernah menahan talenta kita berlama-lama dengan kita.”

Talenta yang telah memiliki kemampuan dan portofolio, kata Ari, diharapkan dapat memanfaatkan bekal tersebut untuk memasuki dunia profesional ataupun membangun usaha sendiri. Dengan demikian, hasil dari proses pengembangan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi dapat memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi talenta.

Ari mengatakan kemandirian menjadi salah satu tujuan penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi. Talenta perlu memiliki kemampuan untuk mengubah keterampilan yang dimiliki menjadi peluang yang dapat mereka kelola sendiri.

“Akhirnya bisa dapat bekerja atau membuka usaha sendiri itu paling penting.”

Menurutnya, komunitas teknologi dapat mengambil peran sebagai ruang belajar, membangun koneksi, menghasilkan karya, sekaligus mempertemukan talenta dengan berbagai kesempatan. Setelah mendapatkan bekal tersebut, talenta diharapkan mampu menentukan langkah berikutnya sesuai dengan kemampuan dan bidang yang ditekuni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....