ITEBA Uji Mesin Daur Ulang Plastik IoT, Ubah Sampah Jadi Paving
- 13 Sep 2026 18:32 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat mendorong Institut Teknologi Batam (ITEBA) mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui inovasi Mesin Daur Ulang Plastik Mobile Rendah Emisi Berbasis Internet of Things (IoT), tim peneliti ITEBA menghadirkan solusi untuk mengolah limbah plastik jenis PP/PE menjadi paving block yang bernilai guna sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim yang diketuai Ir. Aulia Agung Dermawan, M.T., IPM., bersama Dr. Eng. Ansarullah Lawi dan Alvendo Wahyu Aranski, M.Kom. Pengembangan teknologi difokuskan pada pengujian kinerja prototipe untuk memastikan mesin memiliki performa yang stabil, aman, dan berpotensi diterapkan dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Mesin tersebut memadukan teknologi rekayasa mekanik dengan sistem digital melalui kontrol suhu otomatis berbasis IoT dan sensor pemantauan secara waktu nyata. Teknologi tersebut memungkinkan kondisi mesin dan parameter operasional dipantau secara lebih akurat selama proses pengolahan plastik. Mesin juga dilengkapi sistem filtrasi air tiga nozel yang dirancang untuk mendukung proses pelelehan plastik dengan emisi yang lebih terkendali.
Serangkaian pengujian dilakukan untuk mengevaluasi sejumlah aspek utama, meliputi stabilitas suhu pelelehan, efektivitas sistem filtrasi, kemampuan pemantauan berbasis IoT, kualitas paving block, serta keandalan mesin saat digunakan. Pada pengujian sistem termal, mesin mampu mempertahankan proses pelelehan plastik hingga suhu operasi 270 derajat Celsius dengan dukungan sistem kontrol otomatis.
Dari aspek lingkungan, sistem filtrasi air dengan konfigurasi tiga nozel menunjukkan kemampuan dalam mengurangi partikulat yang dihasilkan selama proses pelelehan. Berdasarkan hasil pengujian, sistem tersebut mampu menurunkan partikulat lebih dari 85 persen sekaligus membantu mengurangi opasitas asap selama pengolahan plastik. Hasil ini menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Produk hasil pengolahan berupa paving block juga menjalani evaluasi karakteristik fisik dan mekanik. Hasil pengujian menunjukkan produk memiliki bentuk padat, permukaan lebih halus, serta karakteristik yang mendukung pemanfaatannya sebagai material konstruksi alternatif. Keunggulan lain terletak pada desain mesin yang bersifat mobile dengan kapasitas pengolahan sekitar 3–5 kilogram plastik per siklus sehingga dapat digunakan secara fleksibel di berbagai lokasi sumber sampah.
Melalui inovasi tersebut, ITEBA berupaya mengubah sampah plastik dari persoalan lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah secara terdesentralisasi oleh pemerintah daerah, bank sampah, komunitas lingkungan, sektor konstruksi, maupun lembaga pendidikan. Pengembangan inovasi ini mendapat dukungan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dengan menggabungkan teknologi IoT, rekayasa, dan prinsip ekonomi sirkular, mesin tersebut menjadi salah satu langkah ITEBA dalam menghadirkan solusi pengolahan sampah plastik yang lebih berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....