Mendiktisaintek Dorong Batam Perbanyak Inovasi untuk Industri
- 06 Sep 2026 19:58 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, mendorong Batam memperkuat peran sebagai penghasil inovasi untuk mendukung perkembangan industri. Inovasi dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong pertumbuhan sektor manufaktur.
Hal tersebut disampaikan Brian dalam rangkaian Pagelaran Teknovasi Politeknik Negeri Batam 2026, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam pesannya, ia mengaitkan perkembangan industri dengan kemampuan menghasilkan inovasi.
Menurut Brian, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa manufaktur menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan menuju negara maju. Sektor tersebut membutuhkan dukungan inovasi agar dapat terus berkembang.
“Inovasi adalah pendukung backbone utama untuk menjadi negara maju,” kata Brian.
Ia kemudian menempatkan Batam sebagai salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi di Indonesia. Menurutnya, dosen, mahasiswa dan para inovator dapat menjadi penggerak untuk menghasilkan lebih banyak gagasan baru.
“Jadi Batam, Batam adalah kreator utama inovasi di Indonesia dan pendorongnya adalah teman-teman semua entah itu dosen, entah itu mahasiswa atau inovator yang ada di sini,” ujarnya.
Brian juga mengajak sivitas akademika untuk memperhatikan perkembangan teknologi yang akan memengaruhi industri dalam jangka panjang. Artificial Intelligence, Big Data dan sustainable manufacturing menjadi beberapa aspek yang menurutnya perlu diperhatikan.
Selain teknologi, ia menyebut kebutuhan energi, aturan terkait karbon, material dan circularity, serta perkembangan talenta dan demografi sebagai bagian dari tantangan yang perlu dipersiapkan.
Dalam kunjungannya ke Polibatam, Brian juga melihat potensi mahasiswa dalam bidang multimedia dan industri kreatif. Ia menilai kemampuan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan industri kreatif, termasuk animasi.
Brian berharap pengembangan industri kreatif di Batam tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Potensi tersebut menurutnya dapat dikembangkan hingga memiliki skala global.
Penguatan inovasi tersebut membutuhkan keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kampus dapat menjadi ruang pengembangan talenta dan teknologi, sementara kebutuhan industri dapat menjadi salah satu rujukan dalam menentukan arah inovasi.
Melalui Pagelaran Teknovasi 2026, Brian berharap semakin banyak karya dari lingkungan pendidikan vokasi yang dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai bagi industri dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....