Pendidikan Vokasi Dituntut Hasilkan Inovasi bagi Industri dan Masyarakat

  • 03 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pendidikan vokasi dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan keterampilan teknis, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam Pagelaran Teknovasi 2026 di Politeknik Negeri Batam, Senin, 31 Agustus 2026.

Pagelaran Teknovasi 2026 mengusung tema “Sinergi Pendidikan Vokasi, Industri, Inovasi dan Masyarakat”. Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai politeknik, perguruan tinggi mitra, dunia usaha dan dunia industri dalam sejumlah agenda, termasuk Polytechnic Creative Festival dan International Project Based Learning Expo.

Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan mengatakan, pendidikan tinggi vokasi perlu dibangun melalui keterhubungan antara kampus dengan industri, pemerintah, komunitas dan masyarakat. Menurutnya, proses pendidikan akan lebih relevan ketika hasil pembelajaran tidak berhenti di lingkungan kampus.

“Pendidikan itu akan semakin relevan dan berdampak ketika kampus seperti Politeknik ini dan industri pemerintah, komunitas dan masyarakat bergerak bersama,” kata Bambang dalam sambutannya pada pembukaan Pagelaran Teknovasi 2026.

Ia menilai kegiatan seperti Pagelaran Teknovasi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan mahasiswa dengan kebutuhan nyata. Karena itu, karya yang lahir dari proses pembelajaran diharapkan memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan manfaat di luar lingkungan perguruan tinggi.

Bambang juga menyampaikan bahwa Politeknik Negeri Batam mulai mengukur keberadaan kampus bukan hanya dari jumlah lulusan maupun penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak sosial, ekonomi dan lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan perguruan tinggi sebagai kampus yang memberikan dampak.

Dalam paparan tersebut, Bambang menyebut tingkat kebekerjaan lulusan Politeknik Negeri Batam pada 2025 mencapai 86,9 persen. Selain itu, terdapat produk penelitian yang telah dimanfaatkan masyarakat maupun mitra industri serta aktivitas mahasiswa yang berkontribusi terhadap kegiatan sosial.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia atau BAKORMA, Tommy Adrianto, menilai kekuatan pendidikan vokasi terletak pada kemampuan kampus membangun hubungan dengan industri sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang memiliki manfaat.

Suasana saat Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia atau BAKORMA, Tommy Adrianto menyampaikan sambutan melalui video daring yang ditayangkan dalam kegiatan Pembukaan Pagelaran Teknovasi 2026 di Politeknik Negeri Batam, Senin, 31 Agustus 2026. (Foto: Renita/RRI)

“Vokasi tidak boleh berjalan sendiri kampus harus dekat dengan industri pembelajaran harus melahirkan karya dan inovasi dan inovasi pada akhirnya harus memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Tommy melalui video daring yang ditayangkan dalam pembukaan kegiatan.

Menurut Tommy, rangkaian Pagelaran Teknovasi tidak hanya menjadi arena kompetisi mahasiswa. Di dalamnya terdapat ruang kreativitas, pameran proyek, interaksi dengan industri, penguatan kesiapan karier serta jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi.

Ia mendorong mahasiswa agar tidak berhenti mengejar prestasi dalam bentuk medali atau sertifikat. Jejaring baru, gagasan kolaborasi dan peluang penerapan karya dinilai menjadi bagian penting dari pengalaman mahasiswa selama mengikuti kegiatan vokasi.

Tommy juga mengingatkan agar karya mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas maupun pameran. Karya tersebut perlu dikembangkan menjadi solusi yang dapat digunakan oleh industri maupun masyarakat sehingga proses pendidikan vokasi menghasilkan dampak yang lebih luas.

Pagelaran Teknovasi 2026 sendiri berlangsung dengan melibatkan peserta dari berbagai politeknik di Indonesia. Selain kompetisi mahasiswa, rangkaian kegiatan juga mencakup forum yang mempertemukan pendidikan, industri, inovasi, karier dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

Melalui pendekatan tersebut, pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan inovator yang dapat menjawab perubahan kebutuhan industri dan persoalan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....