Hari Kesadaran Overdosis Internasional (International Overdose Awareness Day)

  • 31 Agt 2026 12:40 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Setiap tanggal 31 Agustus diperingati sebagau Hari Kesadaran Overdosis Internasional (International Overdose Awareness Day). Melansir laman National Today, hari peringatan ini menjadi seruan global untuk mengenang mereka yang kehilangan nyawa akibat overdosis obat-obatan serta mengakui duka yang dirasakan keluarga yang ditinggalkan.

Peringatan ini juga bertujuan mengurangi stigma yang masih melekat pada kematian akibat overdosis, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan overdosis dan dukungan bagi mereka yang terdampak.

Hari Kesadaran Overdosis Internasional pertama kali diperingati sekitar 20 tahun lalu. Peringatan ini digagas oleh Sally J Finn yang saat itu berada di St Kilda, Melbourne, dan bekerja di The Salvation Army. Finn kemudian menyampaikan gagasan tersebut kepada rekannya, Peter Streker, yang bekerja di Community and Health Development Program di Australia.

Finn dan Streker ingin menyoroti dampak yang harus dihadapi ketika seseorang mengalami overdosis, baik hingga berada dalam kondisi kritis maupun meninggal dunia. Mereka juga berupaya mengurangi sikap apatis dan stigma masyarakat terhadap korban overdosis. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2001, peringatan ini mulai mendapat perhatian dari pemerintah dan berbagai organisasi resmi. Setiap tahun, berbagai kegiatan dan materi kampanye disiapkan untuk memperingati hari tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai overdosis.

Overdosis merupakan kondisi ketika seseorang mengonsumsi suatu zat dalam jumlah yang terlalu banyak, termasuk obat-obatan terlarang maupun obat tertentu. Overdosis dapat terjadi secara sengaja, misalnya karena keinginan untuk mengakhiri hidup, kondisi kesehatan mental, atau keinginan mendapatkan efek yang lebih kuat, tetapi juga dapat terjadi secara tidak sengaja akibat kesalahan dalam mengukur atau mengonsumsi suatu zat.

Apa pun penyebabnya, dampak overdosis tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya. Dampaknya bahkan dapat meluas ke aspek sosial dan ekonomi, sementara prasangka serta stigma mengenai overdosis sering kali membuat keluarga dan teman korban semakin sulit menghadapi kesedihan mereka.

Karena itu, masyarakat dapat berperan dengan membicarakan persoalan overdosis secara lebih terbuka, memberikan dukungan kepada orang-orang yang sedang menghadapi masalah, dan terus meningkatkan upaya pencegahan. Jika pada akhirnya upaya tersebut mampu menyelamatkan satu nyawa saja, hal itu sudah menjadi sebuah kemenangan yang patut dihargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....