RRI.CO.ID, Batam – Hari Kesadaran Diseksi Aorta diperingati setiap 19 September secara global. Hari ini diperingati untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi darurat kardiovaskular yang serius dan sering disalahpahami ini.
Selain itu, peringatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai gejala dan risiko diseksi aorta, yaitu kondisi ketika lapisan dalam aorta, pembuluh darah utama tubuh, mengalami robekan.
| Baca juga: Hari Berdiri Melawan Kanker |
Melansir laman National Today, diseksi aorta terjadi ketika lapisan dalam aorta mengalami robekan. Aliran darah yang melewati aorta kemudian masuk melalui robekan tersebut dan menyebabkan lapisan dalam serta lapisan tengah pembuluh darah terpisah.
Jika darah menembus hingga lapisan terluar aorta, kondisi ini umumnya dapat berakibat fatal. Diseksi aorta tergolong kondisi yang relatif jarang dan lebih sering terjadi pada pria berusia 60-an hingga 70-an.
Gejala diseksi aorta dapat menyerupai sejumlah penyakit jantung lainnya sehingga diagnosis sering terlambat. Jika diseksi aorta segera dikenali dan ditangani, peluang pasien untuk bertahan hidup dapat meningkat secara signifikan.
Gejalanya antara lain nyeri dada atau punggung bagian atas yang muncul secara tiba-tiba dan sangat parah, nyeri perut yang tiba-tiba dan berat, kehilangan kesadaran, sesak napas, nyeri pada kaki, denyut nadi yang lemah pada salah satu lengan atau paha, serta kesulitan berjalan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh melemahnya dinding aorta.
Diseksi aorta dibagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasi yang terkena. Diseksi aorta tipe A lebih sering terjadi dan lebih berbahaya dibandingkan tipe B karena melibatkan bagian aorta yang keluar dari jantung. Robekan dapat terjadi pada bagian atas aorta dan kemudian meluas hingga ke perut. Sementara itu, tipe B hanya melibatkan bagian bawah aorta, meskipun robekan juga dapat meluas hingga ke bagian perut.
Dokumentasi lengkap paling awal mengenai diseksi aorta dikaitkan dengan Frank Nicholls, yang menyusun laporan autopsi Raja George II dari Inggris pada 1760. Istilah "diseksi aorta" pertama kali digunakan pada 1802 oleh dokter asal Prancis, JP Manoir. Sementara itu, prosedur operasi untuk menangani diseksi aorta pertama kali dikembangkan oleh DeBakey, Cooley, dan Creech pada 1954. DeBakey sendiri mengalami diseksi aorta pada 2005 dan menjalani operasi pada 2006.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....